Mewujudkan Mimpi Bersama Kain Tenun

WIRAUSAHA UNGGULAN BANK INDONESIA (WUBI) PEMATANGSINTAR

 

1.     Pendaftaran Wubi

 

Sebagai mahluk sosial, ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Kita berhubungan secara timbal-balik dengan manusia lainnya, yang terdekat adalah keluarga, teman dan orang-orang sekitar kita. Selama di dunia ini, kita membutuhkan orang lain di dalam kehidupan kita. Namun tak jarang, karena terlalu menjaga perasaan orang lain mengorbankan perasaan diri sendiri. Nah, disimi kita harus lebih bijaksana dan mempertanggung jawabkan pilihan kita untuk kebaikan bersama.

Saya adalah salah satu bagian dari peserta WUBI (Wirausaha Unggulan Bank Indonesia) di KPw. Pematangsiantar tahun 2022, program dari Bank Indonesia KPw. Pematangsiantar. Tentu bukan suatu hal mudah untuk masuk dan bergabung di dalamnya, meski usaha kami sendiri sudah tercatat sebagai binaan dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Pematangsiantar sejak tahun 2018 silam.

Dimulai dari program Wubi yang pertama, pemilihan peserta WUBI 2021 diikuti oleh Suami saya. Meski saat itu sedang banyak permasalahan pribadi yang sedang dialaminya, Suami saya tetap ikut serta dalam kegiatan ini. Mendaftarkan diri mewakili usaha kami LPK ANUGRAH dan lolos tahap administrasi, dilanjutkan dengan tahapan wawancara oleh Coach Imust juga saat itu. Namun ketika pengumuman, peserta yang maju ke tahap boothcamp Suami saya belum mendapatkan kesempatan. Saya selalu mendukungnya dalam setiap kegiatan positif yang dilakukannya, terutama ketika memutuskan untuk tetap mengikuti program Wubi yang diadakan Bank Indonesia, meski dalam kondisi yang kurang baik. Ketika yang masuk tahapan boothcamp telah diinformasikan, di sosial media Bank Indonesia, dan kami melihat tidak ada nama usaha kami.

Kami saling menyemangati dan mengatakan, bahwa itu adalah keputusan yang sudah dikeluarkan Coach bersama dengan Bank Indonesia, tentu itu keputusan terbaik. Saya salut dengan dengan tanggapan positifnya saat itu, dan berkata bahwa ini adalah batch satu, pasti aka nada batch kedua dan seterusnya, karena Suami saya juga sudah berbuat yang terbaik untuk usaha kami LPK Anugrah. Suami saya adalah orang pertama, yang menyarankan saya untuk maju ke tahap berikutnya, jika ada pemilihan peserta WUBI selanjutnya. Banyak dukungan yang saya terima, dari keluarga, teman wirausaaha yang sudah mengikuti Wubi Batch I, dan beberapa karyawan Bank Indonesia Kpw. Pematangsiantar, yang menyarankan untuk masuk program ini karena banyak manfaat dari ilmu yang diberikan, untuk diaplikasikan di usaha kami sehingga dapat meningkatkan usaha kami LPK Anugrah.

Saat itu terbersit dipikiran saya, ini bukan ajang atau perlombaan untuk menjadi yang terpilih atau tidak terpilih, tapi ini adalah salah satu kesempatan yang luar biasa, kegiatan yang dibuat oleh Bank Indonesia yang memperhatikan kami para wirausaha. Kegiatan ini bertujuan memberikan kami belajar dan menggali ilmu, mendapat pendampingan dari para Coach IMUTs yang telah berpengalaman dalam bidangnya dan menjadi motivator. Serta menggunakan kesempatan fasilitas, yang diberikan oleh Bank Indonesia KPw. Pematangsiantar dengan baik. Saya memutuskan mendaftar di Wubi batch II, bersama keiinginan saya untuk mendapatkan segudang ilmu yang dapat saya aplikasikan pada usaha kami LPK Anugrah. Dimulai dari pendaftaran WUBI Batch II melalui link yang sudah di share oleh Bapak Kunang, yang bekerja di Bank Indonesia KPw. Pematangsiantar. Pendamping tersabar kami wirausaha binaan dan mitra Bank Indonesia. Saya mengisi formulir dan mengisi data yang dibutuhkan, kemudian Bank Indonesia menginformasikan bahwa LPK Anugrah “LOLOS” dan dilanjut tahap administrasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar1. Pengumuman lolos tahap administrasi

2.     Seleksi Wawancara Wubi

Dilanjutkan dengan seleksi wawancara yang bertepatan dengan pelatihan Wastra Binaan Bank Indonesia oleh IFI Bandung di Lantai 4, sedangkan acara WUBI di Lantai 5 Bank Indonesia Kpw. Pematangsiantar. Ditahap wawancara ini ada pengalaman mengesankan sendiri, ketika Coach Marioto memberikan instruksi untuk menuliskan di selembar kertas kosong dan membuat tanda tangan masing-masing. Dan kemudian Coach Mar, menghampiri meja kami, yang terdiri dari 5 peserta dan membaca tulisan kami di kertas. Berbeda dengan teman yang lain, Coach Mar memberikan saya arahan untuk mengganti tanda tangan, dan saya menjawab siap untuk arahan itu.  Kemudian dari tulisan tangan saya, dibacakan kriteria dan sifat saya, serta Coach Mar bertanya apa ada sakit di sekitaran perut. Dan memang benar adanya yang saya alami saat itu, dilanjutkan dengan beberapa pertanyan di selembar kertas yang dibagikan oleh Coach Imuts. Dan pada saat itu, saya ada salah penalaran menjawabnya. Saat itu dibantu oleh owner Rupala, kami menginformasikannya ke Coach Marioto.

Dan memberikan kesempatan serta, mengijinkan saya untuk mengganti jawaban salah tersebut. Setelah menggantinya, saya diwawancarai langsung oleh Coach Mar. Bukan berbentuk wawancara, menurut saya lebih berdiskusi tentang kemauan dan harapan akan peningkatan usaha yang sedang kami jalankan. Serta lebih keinginan untuk mau belajar, diakhir pernyataan Coach Mar menyatakan ada satu nilai yang kurang dari jawaban saya dilembar psikotest tertulis itu. Dalam hati apapun itu kepustusannya, adalah yang terbaik oleh pihak Coach. Sambil menyelesaikan pertanyaan, Coach bertanya kembali “apakah mba dewi mau belajar?” Siap Coach. Saya menjawab sambil kemudian ijin dari wawancara, karena memang harus dilanjutkan dengan pelatihan wastra.

Kemudian para Coach Imuts dan Bapak Kunang mewakili Bank Indonesia Kpw. Pematangsiantar, melakukan visit atau mengunjungi Rumah Tenun LPK ANUGRAH secara langsung. Coach Imuts dan Bapak Kunang meninjau langsung proses pengerjaan dari sehelai benang menjadi selembar kain tenun. Visit dimulai dari display kain tenun di Galeri LPK ANUGRAH, kami memperkenalkan berbagai macam produk turunan kain tenun, sampai ke proses produksi kain tenun, karena di satu tempat yang sama. Puji Tuhan, dapat kesempatan dikunjungi dan diberikan masukkan yang membangun untuk usaha kain tenun khas daerah kami ini. Dan Coach Imuts, memberikan apresiasi untuk kualitas, serta mempertahankan dan tetap berinovasi terhadap kain tenunan premium khas sumatera utara ini.

Gambar2. Pengumuman 30 peserta yang mengikuti bootcamp

Dua puluh hari kemudian setelah wawancara, tepatnya, Pegawai Bank Indonesia KPw. Pematangsiantar menginformasikan dari ratusan peserta yang mengikuti WUBI Batch II, ada 30 Peserta yang lolos pada tahap seleksi asesmen dan company visit WUBI. Salah satunya adalah usaha kami, LPK ANUGRAH  kemudian berhak mengikuti kegiatan Bootcamp.


3.     Bootcamp Wubi

Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Niagara, Parapat. Berlangsung selama 3 hari, para peserta dilarang membawa anggota keluarga dalam pelaksanaan Bootcamp dan membawa perlengakapan bootcamp sesuai arahan dari Coach. Ketika mempersiapkan perlengkapan yang diarahkan oleh Coach, dalam hati banyak timbul pertanyaan. Tapi pastinya ini akan, dipergunakan untuk kegiatan pendukung bootcamp bukan? Dibantu oleh suami untuk mempersiapkan semua kebutuhan bootcamp semakin menambah semangat untuk mengikuti kegiatan Boothcamp WUBI Batch II. Adapun perlengkapan yang dibawa adalah :

1.      Pada saat pembukaan kegiatan (Pria) Jas warna hitam. Wanita blajer dan bawahan hitam, bagi peserta yang berhijab menggunakan hijab warna biru muda.

2.      Membawa pakaian dan sepatu olahraga.

3.      Pakaian tiga hari dan pakaian hangat

4.      Membawa majalah life style 2 pcs

5.      Spidol warna warni

6.      Karton putih 2 lembar

7.      Lem kertas, gunting kertas

8.      Membawa tiga bungkus snack (makanan ringan) dan tiga pcs minuman kemasan maksimal harga lima ribu rupiah per item dan dua botol air mineral.

9.      Membawa obat-obatan pribadi, uang cash secukupnya, Laptop

10. Produk ungulan usaha dan Qris.

Bootcamp dimulai ditanggal, Kamis Sembilan belas mei sampai dengan, Sabtu dua puluh satu mei dua ribu dua puluh dua. Banyak pengalaman baru dalam hidup saya pribadi, yang sangat berharga di moment  ini. Keberangkatan dari Pematangsiantar, perjalanan yang biasanya hanya satu jam menuju Parapat menjadi tiga jam. Karena ada kendala pada supir angkutan, namun bersyukur dapat sampai di Niagara Hotel, Parapat dengan tepat waktu. Kemudian, dilanjut cek-in, resepsionis hotel memberikan kartu kamar dan menginformasikan teman sekamar saya adalah Martina owner Mie Judes. Dalam kegiatan bootcmp ini, banyak teman dan saudara baru yang bertambah. Berbeda dari bootcamp yang pernah saya ikuti, disini kita tidak hanya dilatih dari segi teorinya saja tetap untuk meniningkatkan potensi diri kita pribadi dan tentunya sangat bermanfaat pengembangan usaha kita masing-masing.

Kegiatan bootcamp dimulai, kami berkumpul di Aula Hotel Niagara, Parapat. Disini pertama kalinya kami 30 peserta berkumpul, berkenalan dan bertatap muka secara langsung. Coach Imuts, memberikan arahan untuk menghitung, satu sampai enam, secara berulang untuk membentuk kelompok. Saya di posisi urutan lima, dan bukan suatu yang kebetulan, didalam kelompok lima yang terdiri dari enam orang peserta. Teman sekamar saya, owner Mie Judes menjadi bagian dari kelompok lima. Setelah kelompok di tentukan, Coach mengarahkan untuk menunjuk satu orang sebagai Leader Tim dan nama dari Tim tersebut.

Teman-teman kelompok lima menunjuk saya sebagai Leader. Saya berkata kepada Tim, bukan lebih baik, kalau Leader kita laki-laki? Tidak, Kakak saja jawab dari Tim serentak. Disini setelah diberi kepercayaan dan tanggung jawab, saya berkata “Kita Tim, kita satu dalam kelompok” kalau pun penyebutan saya sebagai Leader, tapi kita kerja sama dan sharingkan apapun itu bersama-sama. Selain itu dari Tim Happy, juga diunjuk Tina Owner Mie Judes sebagai bendahara untuk mengumpulkan denda, jika melanggar rule atau peraturan selama bootcamp.

Rule ini dibuat atas kesepakatan bersama 30 Peserta bootcam dan Coach Imuts. Nantinya dana hasil denda akan di sumbangkan ke Mesjid dan Gereja, oleh Peserta bootcamp sendiri. Beberapa rule yang dibuat adalah waktu, jika terlambat dari jam kumpul, sesuai kesepakatan. Maka akan dikenakan denda, dan lagu yang diputarkan adalah tendagan dari langit by kotak sebagai penanda. Hal lainnya HP berbunyi, mengantuk dan peralatan yang tertinggal. Ini  untuk melatih kedisiplinan para peserta bootcamp, dan pastinya akan berdampak kebaikan, pada pengembangan usaha masing-masing peserta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar3. Coach Imuts Menuliskan Rule Bootcamp

Pembentukan kelompok dan nama kelompok, setelah melalui perbincangan bersama, kami sepakat menamai Tim lima dengan sebutan kelompok “HAPPY”. Secara kebetulan, dari kami kelompok ini juga di kamar yang sama. Dari tempat yang berbeda, usaha yang berbeda namun digabungkan di dalam kelompok yang sama, disini kami mulai membangun kemistri, masing-masing agar semakin dekat dan dapat bekerja sama.

Berikut pengenalan dari nama peserta, nama usaha dan lokasi usaha usaha dari Kelompok Happy, yaitu :

1.   Dewi, LPK Anugrah, Pematangsiantar

2.   Madi, Omah Telur 49,  Asahan

3.   Chandra, Chankir, Labuhan Utara

4.   Tina, Mie Judes Siantar, Pematangsiantar

5.   Johan, Naga Shoes, Pematangsiantar

6.   Krisna, Enricolection, Pematangsiantar

Pertama kali Coach Mar, memanggil kami para Leader dari enam kelompok. Dan ternyata setelah maju didepan, hanya saya sendiri wanita dan lima teman saya yang diunjuk adalah laki-laki. Tugas pertama yang Coach intruksi adalah, pemilihan bentuk meja ternyaman untuk memulai diskusi kami di bootcamp ini. Untuk kenyamanan seluruh peserta, kemudian kami para Leader sepakat membentuk meja menjadi setengah lingkaran dan membuat pergerakan Coach lebih luwes dan mudah berinteraksi dengan masing-masing peserta ketika   penyampaian materi.

 

 

 

 

 

 

 

Gambar4. Nama Kelompok, Leader dan Bendahara Wubi

Dihari pertama bootcamp ini juga kami, setiap tim harus memiliki yel-yel masing-masing, banyak keseruan dimalam pertama bootcamp ini. Semua kelompok berlomba untuk membuat yel-yel terbaiknya . Dan ini juga akan ditampilkan pada esok harinya di depan Pimpinan Bank Indonesia Kpw. Pematangsiantar, para undangan dari Ketua Dekranasda Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun serta beberapa Pimpinan Bank di Pematangsiantar, Bank Sumut, BTN, BRI dan para Pers. Kami dari Kelompok Happy, dengan bekerjasama membuat yel-yel denagan nyanyian dan susunan kata, yang memotivasi dan di bantu dengan gerakan yang lebih variatif. Disini kepercayaan diri kami dilatih, Karena setelah menyanyikan yel-yel kami masing-masing tim, kami akan mengenalkan diri kami pribadi dan menyebutkan nama usaha kami. Tidak menghabiskan banyak waktu, kami sudah sepakat dengan isi dan gerakan dari yel-yel kami Tim Happy dan penyusunan tempat berdiri kami masing-masing.

Sebagai Leader saya bertugas, mengkomando untuk penyebutan yel-yel. Kami kelompok Happy berlatih, agar dapat menampilkan yang terbaik besok harinya. Dalam latihan kami sangat bersemangat, meski pembelajaran baru selesai hingga malam hari. Kami para anggota yang Kelompok Happy, belajar menyanyikan yel-yel kami. Serta menyelaraskan gerakan kami bersama, walau kadang salah pengucapan, kadang mendahului satu sama lain. Tapi kami berusaha semaksimal mungkin, agar lebih kompak dan benar saja kami dapat melakukankan secara bersamaan pada malam itu sebelum kami istrahat. Dan kami harus menghafal yel-yel tersebut luar kepala, agar lebih interaktif di acara pembukaan bootcamp besok hari.

Isi dari yel-yel kami, yaitu : “Happy-happy ajalah, kita wirausaha. Maju-maju teruslah, jangan pantang menyerah. HAPPY, HAPPY, Harus, Aktif, Pintar, Pasti, Yess. “

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar5. Kelompok Happy menyanyikan yel-yel di pembukaan Wubi Batch II

Meskipun dari 6 kepala yang berbeda, sangat bersyukur memiliki tim solid, bertmbah keluarga baru dalam WUBI Batch II ini, selalu bekerjasama dan saling sharing di setiap kesempatan yang ada. Pada malam, kami diberikan pembelajaran oleh Coach Imuts, yaitu untuk mengenali diri sendiri dari masing-masing peserta bootcamp, dan potensi terbesar dari dalam diri kami masing-masing 30 peserta yang ada. Pada materi ini sangat menguras emosional, disini semua peserta beruraian air mata. Pada saat Coach Mar memberikan instruksi, menggambarkan bentuk batu nisan serta menuliskan, nama lengkap, tanggal lahir dan mengosongkan tanggal kematian atau wafat. Kemudian masing-masing peserta boothcamp di instruksikan untuk menuliskan surat wasiat untuk diri sendiri di selembar kertas putih.

Disini saya pribadi teringat akan perjalanan, yang sudah saya alami selama ini. Meski masih diusia muda, sangat banyak perlakuan akan diri saya sendiri, yang terlalu memasakkan serta, kadang kurang mencintai diri sendiri. Dapat dikatakan diri sendiri terkadang merasa kuat, kenyataannya sangat rapuh dan lemah. Kemudian Coach Mar, melanjutkan untuk menulis surat wasiat untuk Ayah dan Ibu tercinta. Disini sangat terasa uraian airmata, yang mengalir membasahi pipi. Terbayang bahwa ini adalah, pesan terakhir untuk orang terkasih, yang sangat berperan andil dalam kehidupan saya pribadi di dunia ini. Sangat berterima kasih untuk Coach Imuts yang membuat saya pribadi, dapat meluapkan emosional saya. Karena tidak dapat dipungkiri saat itu, saya pribadi merasa lega dan lepas. Ternyata begitu banyak yang terpendam dalam hati, yang tidak dapat diungkapkan melalui kata-kata. Namun, saat sudah lepas melalui terapi tersebut, saya dapat mengendalikan diri saya dan tidak selalu menyalahkan diri atas apapun permasalahan yang dialami ke depannya.

Berani menentukan prinsip diri dan menggali potensi dari diri untuk memberikan andil yang terbaik dalam langkah kehidupan yang dipilih. Kemudian Coach memutarkan, beberapa video sebagai motivasi untuk kami peserta bootcam. Disini saya tertarik dengan seorang, yang jatuh dan bangkit. Karena saat itu, pribadi saya sendiri sedang di tahapan yang sama. Kecewa, namum saat melihat pelatih atau coach mendampingi dan membatunya sampai garis finish. Disini saya sendiri, tertampar dengan keadaan yang sama namun ekseskusi yang berbeda. Saya hampir menyerah ketika pernah menjalani seperti aktor di video saat itu, namun setelah menyaksikannya dan pembelajaran dari Coach, saya mendapat dapat energi baru pada malam itu, energi positif yang begitu besar.

Ternyata apapun yang kita alami baik itu masalah, pasti akan bersamaan dengan jalan keluarnya. Tergantung kita bagaimana, mengeksekusi jalan keluar permasalahan yang ada. Jangan menyikapi permasalahan dengan selalu menyalahakan, tetapi ayo kita rubah dengan pencarian solusi dan dimulai dengan berdamai dengan diri sendiri. Dan bekerjasama dengan orang-orang baik yang Tuhan kirimkan disekitar kita. Disini saya pribadi mendatangi dan meminta pendampingan kepada Coach Imuts, sambil berkata: “bantu saya dan usaha saya Coach, agar saya seperti video yang diputarkan dapat sampai pada garis finish.“ Coach Ade menjawab saya, ayo berjuang.

Sebenarnya disini saya ingin menangis, tapi karena malu saya menahannya. Selama pembelajaran bootcamp, saya sangat bersungguh-sungguh dengan materi yang diberikan, karena memang untuk materi dan pembelajaran dari Coach Imuts berikan, berbeda dan tidak pernah saya dapatkan selama ini. Kami ditugaskan untuk menuliskan hal-hal postif dan negati di dalam diri kami pribadi. Kertas tersebut ditempelkan, di dua botol air mineral yang dibawa masing-masing peserta, yang diinstruksikan Coach diawal pesiapan bootcamp.

 Satu botol mineral yang telah dibuka plastiknya, tulisan hal positif dalam diri pribadi dan satu hal lagi adalah hal negatif dari dalam diri pribadi. Dan dibiarkan selama satu malam tanpa membuka botol penutupnya.

 

           

 

 

Gambar6. Hal Positif dan Negatif diri, ditempelkan pada Air Mineral.

Sebelum dilakukan pembukaan bootcamp oleh Bapak Teuku Munandar sebagai Pimpinan Bank Indonesia Kpw. Pematangsiantar, kami kembali menerima materi pembelajaran dari Coach Imuts. Pembelajaran yang sangat dibutuhkan oleh wirausaha saat ini namun terkadang dikesampingkan, yaitu adalah penentuan visi dan misi secara pribadi. Karena terkadang hal ini, kita abaikan padahal ini sangat penting sebagai memusatkan tujuan dan meggali potensi diri kita dalam pencapaian tujuan yang tebaik tersebut, untuk peningkatan diri.

Disini sebagai seorang pribadi dan orang yang menjalankan usaha, kita harus memiliki fokus. Serta apa yang menjadi visi dan misi pripadi, dari masing-masing peserta bootcamp adalah gambaran dari dirinya. Dan dalam visi dan misi yang kita tuliskan, kita juga membutuhkan bantuan orang sekitar kita, dan doa mereka untuk mempermudah, jalan pencapaian visi tersebut. Jangan hanya tertulis, namun kita harus mengupayakan pencapaiannya. Untuk kebaikkan kita pribadi dan orang-orang sekeliling kita, secara khusus keluarga yang terkasih. Dalam bootcamp ini, kami saling menandakan tanda tangan kami masing-masing peserta bootcamp, di tulisan visi yang dituliskan di dalam buku kami masing-masing. Termasuk tanda tangan para Coach Imuts dan Pegawai Bank Indonesia yang ikut andil di dalam bootcamp Wubi tersebut, serta mengaminkan dari visi tersebut semoga tercapai.

Ada haru dan bahagia, ketika dalam penulisan visi tersebut, orang-orang disekitar kita ikut mendoakan. Rasa semangat dalam hati untuk mengaplikasikannya. Sehingga menjadikan diri lebih baik kedepannya, ke arah perubahan yang positif dan membangun, setelah berguna dan bermanfaatlah pembelajaran yang diberikan oleh Coach Imuts. Disini juga, semakin terasa kekeluargaan antara peserta Wubi, meski baru dipertemukan secara langsung, untuk pertama kalinya di dalam bootcamp ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar7.Visi dan Misi Pribadi, serta tanda tangan dari 30 Peserta, Coach Imuts dan Karyawan BI Kpw

 

Selanjutnya, dilakukan acara pembukaan bootcamp secara simbolis dibuka oleh Pimpinan Bank Indonesia Bapak Teuku Munandar. Ada beberapa tamu undangan yang datang, baik Pemerintahan maupun Dinas kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, Pimpinan Bank seputaran Pematangsiantar serta Pers. Kami masing-masing tim, menampilkan yel-yel terbaik kami dengan nyanyian serta beberapa gerakan, dan memperkenalkan nama serta jenis usaha, lokasi usaha kami masing-masing secara singkat dan jelas.

 Disini tiba-tiba, ada sedikit perubahan dari penyusunan letak tim kami, ketika penyampaian yel-yel. Owner dari Omah Telur 49, merasa kurang percaya diri, memegang microphone dan tampil di depan tamu undangan. Secara tim kami diskusikan bersama, serta kami putuskan bersama perubahan itu digantikan oleh owner Naga Shoes. Sangat beruntung, ada di dalam Tim yang selalu mengambil keputusan bersama, meski dengan waktu yang sangat minim, karena perubahan dilakukan setelah, gladi resik untuk acara pembukaan. Dan kami adalah kelompok special yang memiliki enam peserta dari latar belakang yang berbeda namun dipertemukan di dalam kelompok Happy.

Ketika penyampaian yel-yel, hanya posisi kelompok kami yang berada di bawah podium, karena dalam tim kami owner Chankir tidak dapat naik ke podium, kami meminta ijin dan disetujui oleh karyawan Bank Indonesia dan Coach untuk tampil di bawah podium. Meskipun begitu tidak berpengaruh dalam penyampaian yel-yel Tim Happy, kami sangat termotivasi dengan semangat teman satu Tim kami ini.

Ketika pembukaan, sangat terharu atas apresiasi yang diberikan oleh Bapak pimpinan Bank Indonesia, untuk hasil karya dari pengerajin daerah dan diaplikasikan langsung dengan cara memakai hasil karya tenunan LPK Anugrah. Banyak dukungan yang diberikan Bapak ini, kepada saya pribadi wirausaha kain tenun khas daerah. Benar, ketika kita mencintai khas daerah kita. Sebagai kaum muda, kita harus mempertahankannya, dengan memakai maupun melestarikan warisan nenek moyang kita tersebut. Kemudian Bapak Pimpiinan Bank Indonesia Kpw. Pematangsiantar beserta tamu undangan, pada acara pembukaan bootcamp mengunjungi dan berbelanja produk-produk terbaik dari tiga puluh peserta. Banyak interaksi antara peserta dan tamu undangan, mengenai seputaran pengembangan usaha. Dan pastinya ada interaksi baru kepada tiga puluh peserta, karena ada peluang untuk lebih mengenalkan produk kami, sehingga bertambah pelanggan baru dalam usaha kami masing-masing. Karena dari tamu yang diundang, sangat antusias untuk melihat produk ungulan dari tiga puluh peserta.

Ketertarikan tersebut dapat dilihat, dari keinginan para tamu undangan untuk belanja produk unggulan ke tiga puluh peserta Bootcam Wubi Batch II Kpw. Pematangsiantar yang bertepat di Niagara Hotel, Parapat.

 

 

 

 

Gambar8. Photo bersama dengan Pimpinan Bank Indonesia KPw. Pematangsiantar.

Banyak pembelajaran baru yang usaha kami pribadi rasakan semenjak menjadi binaan dari Bank Indonesia Kpw. Pematangsiantar. Banyak pembelajaran yang membangun, untuk mengembangkan dan meningkatkan usaha kami.  

Baik dari segi management, promosi hingga pemasaran. Termasuk dalam program WUBI ini, secara personality kami dibangun dibentuk menjadi pribadi yang lebih baik, mengetahui dan mengembangkan dari potensi diri kami, para wirausaha pada usaha yang kami jalankan masing-masing. Setiap memulai kegiatan pendampingan Wubi, ada kebiasaan yang kami lakukan.

Pertama pasang niat, berdoa dan mengucap syukur. Kebiasan yang sederhana, namun menjadi kebiasaan yang sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Karena ketika diaplikasikan dikehidupan kita, setiap harinya ini sangat bermanfaat untuk hubungan kita pribadi dengan Tuhan Yang Maha Esa serta meningkatkan energi positif dalam diri kita, dan di ketika mengakhiri pembelajaran Wubi, para peserta Wubi secara serentak melakukan gerakan “mengambil energi positif dan membuang energi negatif”, inilah ciri khas dari pertemuan ataupun pembelajaran di Wubi.

Acara pembukaan Bootcam Wubi pun selesai, dilanjutkan dengan istrahat dan makan siang bersama. Setelah itu, pembelajaran dilanjut oleh Coach Imuts dengan materi Personal Branding. Hal ini sangat penting untuk saya pribadi, karena personal branding tidak hanya diperuntukkan bagi bisnis saja, melainkan personal branding diri sendiri juga perlu dibangun dengan baik. Ada kelemahan tersendiri, bagi saya pribadi pada tahap ini. Setiap peserta ditugaskan, untuk membuat video terbaik mengenalkan produk kami masing-masing dan tentunya, menarik perhatian yang menyaksikannya. Untuk saya pribadi, yang kurang percaya diri ketika berada di depan kamera, ini adalah sebuah tantangan yang sangat membangun. Saya bersyukur, dengan sabar saya dibantu oleh  owner Mie Judes dalam pengambilan video personal branding ini. Ada puluhan kali pengulangan, pengambilan video karena memang saya melawan rasa kurang percaya diri di depan kamera. Menggunakan intruksi yang diberikan Coach Imuts, dalam penyampaian video personal beranding. Ada tiga tahap yang  perlu diperhatikan, pertama adalah eye contact. Fokus pada kamera, ketika perekaman video, dan pada tahapan inilah saya sering membuat kesalahan, sehingga berdampak mengulang  perekaman video.

Tapi saya tidak menyerah, dan mengulang lagi agar lebih baik baik. Sehingga saya, dapat menampilkan yang terbaik. Kedua yang perlu diperhatikan, adalah interaksi pada orang yang menyaksikan dan mendengarkan, video personal branding yang kita sampaikan. Bagaimana kita, menyapa mereka dan menarik mereka kedalam informasi yang kita berikan, sehingga mereka tertarik akan video tersebut. Dan yang terakhir, adalah gestur atau gerakan kita dalam penyampaian informasi, atau promosi yang kita lakukan dalam video yang kita rekam. Hasil dari video ini, di posting di youtobe, link dari upload video tersebut dishare di grup Wubi. Tidak terasa, hampir dua jam pengambilan video tersebut, bersyukur owner Mie Judes sabar memegang kamera dan mengulang ketika ada kesalahan pada video remakan tersebut, kemudian kami saling membantu dengan peserta lainya. Dalam materi personal branding ini, saya berhasil melawan rasa kupercaya diri, untuk berbicara di depan kamera.

Disini, saya mau berbagi tidak akan terjadi kelemahan kita, menjatuhkan diri sendiri, jika kita mau mengubah diri, membuka diri, memperbaikinya dengan belajar dan tetap memberikan yang terbaik untuk dapat mengubahnya. Teruslah untuk belajar, jangan menyerah pada keadaan yang kita alami. Karena prinsip atau keputusan yang kita lakukan, harus untuk pengembangan diri kita kearah yang lebih baik, selalu menyelaraskan positif thinking dan positif feeling dalam kehidupan.

Gambar9. Personal Branding Wubi Batch II

Pada malamnya, kami melanjutan pembelajaran mengenai mental block. Sebagai manusia, kita terkadang terkurung dalam mental block, membatasi kemampuan kita pribadi sebelum melakukan suatu hal tersebut. Asal dari mental block, adalah dari diri kita pribadi masing-masing, bagaimana kita menyikapi akan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita. Dan biasanya, mental block masuk diusia sekitaran nol sampai dengan usia empat belas tahun, disini juga peran lingkungan sangat berdampak. Banyak cara mental block, sendiri bekerja dalam diri kita, salah satunya adalah ketika kita merasa tidak mampu akan suatu pencapaian dan menamankannya, dalam alam bawah sadar kita. Tetapi seharusnya, yang kita dapat tanamkan untuk melawan hal tersebut adalah dengan menanamkan sifat optomis, positif thinking dan positif feeling.

Hilangkan pikiran negatif yang mempuyai tujun positif, sebenarnya untuk pemilik pemikiran itu sendiri, hal itu melindungi pemiliknya, tapi sebenarnya pemilikny jadi tidak bisa berbuat apa-apa. Nah, dalam pembelajaran ini kami peserta Wubi, ditugaskan untuk menghilangkan mental block yang bersifat negatif tersebut, karena setiap permasalahan yang ada, Tuhan selalu kirimkan solusi permasalahan tersebut. Pola pikir atau perilaku yang dihasilkan oleh sesorang, dipengaruhi oleh cara berpikirnya. Pada pembelajaran ini juga, kami diberikan sebuah pensil dan mematahkannya. Pensil dipegang oleh kawan lainnya, dan pada saat itu saya sendiri memegang pensil dari owner Latifa Konveksi, sebaliknya beliau memegang pensil saya, dan kami berhasil mematahkan pensil tersebut, dibantu instruksi dari Coach Mar. Hal ini bertujuan, agar kita dapat mematahkan atau menghilangkan mental block yang kita punya, hal itu demi kebaikan dan perkembangn pola pikir kita ke arah yang lebih baik. Sehingga hal tersebut, dapat merubah cara kita bersosialisasi, berkomunikasi dan perilaku yang positif. Berhenti membatasi diri Anda saat ini, karena kita memiliki potensi diri kita masing-masing. Jangan berhenti berkreasi, dengan apapun ide kreatif yang Anda punya.

Banyak pengalaman baru yang kami dapatkan di botcamp ini, terutama pada hari ketiga. Setelah berkumpul diaula, kami diintruksikan oleh  Coach  Imuts, untuk menyimpan handphone, dompet dan barang berharga lainnya di dalam tas serta meninggalkan barang-barang berharga tersebut di aula, dan hanya membawa KTP tanpa ada uang tunai satu sen pun. Serta Leader per kelompok, di tugaskan untuk m enuliskan no hp Coach  Imuts, di selembar kertas. Setiap kelompok, dipimpin oleh Leader masing-masing, menentukan titik mereka diturunkan, semua peserta diharuskan kembali ke Hotel Niagara sebelum jam satu siang dan tidak akan dijemput, namun pulang secara mandiri. Kami ditugaskan, untuk mencari uang dengan tangan kosong, dengan cara kami masing-masing per kelompok. Disini beberapa peserta ada yang merasa panik, termasuk dalam tim  kami yang tidak mengetahui lokasi di daerah Parapat. Namun, kami saling menenangkan, dan memberikan semangat satu sama lain di Tim Happy.

Kami pun berangkat, dari Niagara Hotel dengan dua angkutan yang disediakan. Didalam angkutan tersebut, kami bernyanyi yel-yel Kelompok Happy, bahkan peserta Wubi yang berbeda kelompok dengan kami, ikut bernyanyi dengan riang bersama kami. Ini kami lakukan, untuk merelekskan diri dengan tugas, yang akan kami jalankan. Kami menyanyikan yel-yel kelompok Happy dengan berulang-ulang selama perjanan tersebut. Kemudian, kami kelompok Happy turun di depan Polsek Parapat. Kami berenam berjalan bersama, sambil mencari pekerjaan di beberapa rumah makan. Namun, mereka tidak menerima pekerja setengah hari. Sambil berjalan, kami membuat kesepakatan unntuk membentuk 2 Tim dari kelompok Happy, perwakilan satu tim haus memiliki orang yang paling tidak mengetahui lokasi daerah Parapat. Dibentuklah dua tim tersebut, yang terdiri dari 3 orang per tim. Saya sendiri owner LPK Anugrah, Putri menggantikan suaminya owner Chankir, Madi owner Omah Telur menjadi satu tim. Dan satu lagi beranggotakan, Tina owner Mie Judes Siantar, Krisna owner Enricollection dan Johan owner Naga Shoes. Kami membuat kesepakatan, jam 12.30 akan berkumpul di tempat yang pertama kami diturunkan angkutan hotel, tepatnya di depan Polsek Parapat. Sebelum berpisah, kami saling menyemangati dan mengumpulkan tangan kami bersama sambil menyebutkan “Tim Happy, Yess”.

Kelompok Happy berpencar bersama tim yang telah terbagi, pertama owner Chankir inisiatif mencari pekerjaan sendiri di rumah makan, Saya bersama owner Omah Telur berjalan mencari dimana kami bias mendapatkan pekerjaan dan sekiranya bias untuk ongkos pulang ke hotel. Dan akhirnya kami, mendapatkan pekerjaan tapi hanya menerima satu orang saja dengan perjanjian gaji seadanya, dan Owner Omah Telur yang bekerja disana. Saya melanjutkan pencarian pekerjaan, dan kemudian bertemu dengan owner Chankir yang belum menemukan tempat untuk bekerja, kami berjalan bersama. Kemudian kami, berpencar kembali mencari pekerjaan sampai kami menemukannya masing-masing, owner Chankir di rumah makan padang, sedangkan saya mendapatkan tempat di Tu Cafe Parapat, tempat menjual makanan dan minuman. Di sini owner tempat tersebut bertanya, setelah menerima saya di tempatnya untuk bekerja setengah hari. Pekerjaan apa yang biasa Kamu lakukan?, apa aja Inang, Saya siap kerjakan. Setelah itu saya dipandunya, ke dapur untuk membersihkan piring-piring dan menata dapur agar lebih rapi. Saat ini, perasaan campur aduk timbul dalam hati. Tidak ada yang tidak mungkin, tidak dapat kita lakukan. Tetapi haruslah dibarengi oleh kemauan dan kerja keras untuk mencapai tujuan itu, serta jangan lupa mengucap syukur kepada Tuhan Sang Pencipta. Setelah dapur bersih dan tertata, saya berinisiatif untuk membersihkan ruangan makan tempat pengunjung, selanjutnya membersihkan kaca-kaca pintu yang ada, menyapu dan membersihkan kursi dan meja tempat pelanggan nanti untuk duduk, tidak ada sedikitpun rasa malu pada saat itu. Meski ada yang berkunjung dan mengenal saya, sebagai owner LPK Anugrah tenun sutra dari kota Pematangsiantar, itu penyebutan mereka. Mereka heran sambil mengutarakan, banyak pertanyaan yang ditujukan pada Saya. Kemudian sambil senyum Saya menjawab pertanyaan dari mereka.

Karena masih ada waktu yang tersisa, owner mengarahkan untuk meenggosok pakaian, kemudian saya kerjakan. Setelah selesai melakukan pekerjaan tersebut, saya ijin dan diberi upah sebesar lima ribu rupiah. Kemudian saya berjalan kembali, untuk kumpul ditempat yang sudah ditentukan tadi. Karena cuaca yang terik dan panas saat itu, saya mencari tempat teduh untuk menunggu, karena disimpang Polres Parapat kebetulan ada penjual paket data, dan dengan ramah mempersilahkan saya untuk berteduh. Setelah tiga puluh menit menunggu, saya berjumpa dengan dengan owner Omah Telur yang keluar dari masjid selesai sembayang karena pada saat itu, hari Jumat. Sambil membawa sebungkus nasi ditangannya, dia menghampiri saya serta menyerahkan sejumlah uang hasil dari upahnya bekerja di rumah makan, dan menyatakan memasukkan sedikit dari hasilnya kedala kotak infaq, Saya memberinya apresiasi atas tindakannya tersebut.

            Sambil berjalan, kami berjumpa dengan angkutan hotel yang membawa para tamu untuk sholat jumat. Saat itu, saya ijin untuk menaikkan owner Omah Telur dan sempat ada penolakan, karena tidak ada tempat. Tapi diijinkan, tapi saat itu tidak dapat tempat duduk lagi, hanya berdiri atau duduk di pinggiran tangga angkutan. Sebelum naik, owner Omah Telur berkata agar saya yang berangkat ke Hotel terlebih dahulu, namun saya tolak karena memang beliau kurang mengetahui daerah Parapat dan itu sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai leader Kelompok Happy. Ada sekitar tiga puluh menit lagi saya menantikan, teman-teman yang lain namun tidak kunjung dating. Saya berinisiatif untuk mengunjungi langsung owner Chankir ke rumah makan padang, tempat terakhir kami berpisah. Sambil menitipkan pesan, jika ada yang dating tiga orang teman saya lainnya, agar Abang penjual paket tadi mengatakan menunggu saya dan owner Chankir ditempatnya. Sampai di rumah makan tersebut, owner tempat itu mengatakan bahwa, owner Chankir baru saja pergi. Saya mulai panik, karena beliau tidak mengetahui lokasi Parapat karena domisilinya di Labuhan Batu Utara. Saya permisi dari tempat itu, ketika keluar saya dikejutkan dengan owner Naga Shoes yang memangil-manggil sambil mengendarai sepeda motor. Ternyata mereka bertiga terlebih dahulu ke hotel mengendarai angkot, dan meminjam sepeda motor karyawan hotel karena kami berdua bersama owner Chankir tidak kunjung pulang.

            Pencarian kami kembali, sekitar tiga kali kami berkeliling sepuratan kotanya Parapat, namun tak kunjung bertemu dengan owner Chankir dan sempat salah orang juga. Karena saat itu, ada seorang yang sangat mirip dengannya. Dengan berat hati, kami memutuskan untuk balik ke hotel, dengan prediksi kemungkinan beliau sudah kembali ke hotel. Sesampainya di hotel, kami juga tidak menemukan Owner Chankir. Kami konfirmasi ke Coach Ade pada saat itu, apakah ada komunikasi dengan beliau karena no handphone, yang diberikan ke peserta adalah no Coach, tapi tidak ada. Kemudian kami inisiatif untuk kembali ketempat tadi kami berkumpul, owner Chankir kemungkinan masih menunggu disana. Tapi setelah berembuk, kami memutuskan untuk menunggu saja karena kalau owner Chankir pulang ke hotel bagaimana?, karena memang waktu yang telah ditentukan Coach tinggal sepuluh menitan lagi. Kami menunggu, setiap orang yang turun dari agkutan umum parapat yang mengantarkan sewa ke hotel. Dan ternyata tidak ada owner Chankir, tetapi yang datang adalah peserta lainya dari Wubi. Kami saat itu semakin was-was, kami para peserta Wubi sudah diarahkan untuk kembali ke aula. Tapi kami memutuskan untuk tetap menunggu, dan sekitaran lima menit owner Chankir datang menaiki mobil kendaraannya. Dan setelah keluar, kami histeris sambil berpelukan, sangat mengharukan keadaan saat itu. Namun sangat bangga, memiliki tim solid dan mengambil keputusan yang terbaik bersama. Kemudian bersama-sama kami masuk ke aula, dan tepat waktu. Sesampainya diaula, kami kelompok Happy saling bercerita tentang pengalaman masing-masing. Ternyata dari tim owner Mie Judes, owner Enricollection dan owner Naga Shoes memilih untuk mengamen bersama karena tidak mendapatkan pekerjaan. Sangat terharu mendengar cerita, serta melihat kondisi wajah mereka yang memerah terpanggang panasnya matahari. Sambil membawa alat pendukung mereka untuk bernyanyi, yaitu botol air mineral kosong yang di isi dengan pasir. Kami saling menceritakan, pengalaman pribadi pertama mengesankan yang baru kali ini kami rasakan.

            Selanjutnya Coach memberikan intruksi, untuk mengumpulkan dan menghitung hasil pendapatan kami per kelompok. Dari enam kelompok yang ada di Wubi Batch II ini, ternyata pendapatkan dari kelompok Happy yang mendapatkan peringkat pertama, yang mengumpulkan total uang sebesar tiga ratus lima belas rupiah,  dari kerja sama tim yang solid dan kami mendapatkan apresiasi. Yaitu dipersilahkan untuk mengmbil snack makanan ringan, minuman sebanyak empat per itemnya. Makanan dan minuman tersebut, dikumpulkan dari bawaan tiga puluh peserta yang sudah ditentukan oleh Coach sebagai persiapan bootcamp. Saat diumumkan sebagai peringkat yang pertama pada tantangan ini, ada rasa lega dari perjuangan kami kelompok Happy. Ketika pengambilan hadiah, mulai dan selesainya Coach yang menentukan, sangkin antusiasnya kami berenam saat itu bahkan owner Enricollection sambil tergeincir dan jatuh, tapi langsung bangkit serta berlari mengambil hadiah yang sudah tersedia di depan kami. Dilanjutkan oleh kelompok peringkat dua, tiga dan sampai yang terakhir. Dengan cara yang sama, sambil mengambil makanan dan minuman, yang sudah diletakkan di posisi kiri dan kanan. Sehingga membuat para peserta Wubi, bertambrakann dan tidak sedikit yang jatuh, membuat para peserta dan Coach yang diruangan tersebut menjadi tertawa dan tergelitik.

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar10. Tim Happy bersiap, mengambil hadiah sebagai peringkat satu.

Kami juga berdiskusi dan saling sharing pengalaman dengan para kelompok lainnya, tentang kegiatan dan pekerjaan yang sudah kami lalui masing-masing. Dan Coach Mar yang memandu acara saat itu, bertanya pada masing-masing Leader Kelompok, masih ingat pertanyaan saat itu dari Coach Mar, apa arti Leader bagi Saya? Dan jawaban Saya pada Coach Mar, Leader ada tanggung jawab. Kegiatan hari ini, semakin mempererat hubungan keluarga kami di Wubi Batch II, secara khusus di kelompok Happy. Dengan pembelajaran bootcam Wubi ini, semakin tambah pengalaman baru yang saya pribadi rasakan. Pastinya juga dirasakan peserta Wubi lainnya.

Ditempat baru yang kita tidak tahu pun, ketika kita lebih dipaksakan keadaan, didukung kemauan dan kerja keras kita bisa mendapatkan peluang. Begitu pulalah, dengan usaha kita ketik ada permasalahan yang terjadi diluar kendali kita, permasalahan atau peluang yang pertama kali kita hadapi, kita harus keputusan yang terbaik. Memanfaatkan peluang dengan baik dan mengeksekusi permasalahan yang ada dengan bijaksana, sehingga semakin meninggkatkan usaha kita. Sebagai pemimpin dari wirausaha yang kita jalankan, kunci utama adalah di diri kita pribadi. Jangan panik karena setiap permasalahan yang ada, selalu ada jalan keluar untuk menyelesaikannya.

Kemampuan diri dapat kita kembangankan, melalui hal-hal kecil yang kita alami dikehidupan sehari-hari. Jadi untuk meningkatkan kualitas diri, menjadi pribadi yang lebih baik, banyak cara yang dapat kita lakukan. Jangan pernah lelah untuk belajar untuk mendi pribadi lebih baik, lawan rasa takutmu dan berpikir positif serta selaraskan dengan perasaan positif dalam kehidupan Anda. Mungkin akan banyak tantangan yang kita hadapi, untuk pencapaian tersebut tetapi tetap  berusaha untuk menjadi lebih baik, jangan menyerah dengan kehidupan ini.

            Setelah istirahat sejenak, kami para peserta bootcamp ke kamar masing-masing mengambil, dua botol air mineral yang tempo hari telah di tempelkan hal positif dan negatif dari dalam diri kami masing-masing. Karena Coach mengintruksikan agar kami membawanya, pada pembelajaran selanjutnya. Pada pembelajaran ini para peserta Wubi diharapkan dapat melepaskan energi negatif, yang tertanam dalam di dalam diri para peserta selama ini. Coach membantu menanamkan spirit energi positif dengan cara memberikan pembelajaran. Ketika menjalani aktivitas sehari-hari, kita mengirim energi ke dunia dan kita menerima kembali energi tersebut. Sebab pikiran, tubuh, dan roh kita terdiri dari energi, yang bergetar keluar dan bisa dirasakan oleh orang lain. Jadi, getaran apapun yang terjadi dalam diri kita akan berdampak pada simpanan energi kita sendiri.

            Energi yang baik dapat meningkatkan perasaan bahagia, menghilangkan perasaan cemas dan meningkatkan komunikasi. Sementara energi buruk menghasilkan perasaan perselisihan, konflik, dan bahkan kebencian. Maka dari itu penting sekali untuk menarik energi yang baik dan menolak yang buruk. Jangan berharap bisa menarik energi baik bila kamu sendiri lebih sering mengeluarkan energi negatif. Maka dari itu mulai perhatikan energi yang Anda pancarkan. Apakah memancarkan rasa damai, tenang dan bahagia? Atau apakah kamu lebih emosi dan penuh kesedihan? Fokuskan energi Anda pada hal-hal yang positif. Mengubah pola pikir sangatlah berperan dalam menjalankan hal ini. Dalam pembelajaran ini, kami dipersilahkan untuk meminum air mineral yang bertuliskan negatif. Tapi ada perasaan aneh ketika air minum yang bertuliskan hal negatif tersebut, sampai dilidah saya. Kemudian secara otomatis saya membuangnya, tetapi berbeda dengan air mineral yang bertuliskan hal positif, memiliki sedikit rasa manis. Pada saat itu, kondisi botol air mineral masih tertutup rapat. Coach menjelaskan bahwa, air itu memang harus dibuang dan tidak layak dikomsumsi. Begitu pulalah energi dan sifat negatif yang sangat sering sangat berpengaruh buruk pada diri kita, dan meningkatkan serta menjaga sifat positif karena akan berdampak baik, untuk pengembangan serta perubahan diri kita untuk menjadi manusia yang lebih positif kedepannya. Pembelajaran ini membantu kita memilah pemikiran yang dapat membangun diri dan membuang pemikiran yang dapat menjatuhkan atau bahkan menghancurkan kehidupan kita sendiri kedepannya.

            Setelah pembahasan dan tantangan yang diberikan Coach Imuts, kami lanjutkan pembelajaran untuk membuat dreamboard. Dibuat dari mahkalah yang kami bawa, ditahapan ini pengalaman pertama kalinya saya alami. Ke tiga puluh perserta Wubi, ditugaskan untuk membuat keterangan rencana pencapaian dreamboard tersebut. Saya pribadi ketika didalam pembuatan dreamboard tersebut, masih bingung atas keinginan pencapaian saya. Namun, dengan petunjuk dari Coach Imuts saya berusaha terbaik untuk menempelkan gambar sebagai petunjuk akan mimpi yang saya ingin capai, serta di dalam hati sambil berdoa agar itu bukan hanya sebagai tempelan gambar saja, namun menjadi kenyataan serta pencapaian di suatu waktu nanti, kemudian dreamboard ketiga puluh peserta ditempelkan di dinding aula.

Pada bootcamp malam ini, kami seluruh peserta peserta Wubi Batch II termasuk Coach Imuts, dikenakan sanksi atas pelanggaran rule yang peserta lakukan, yaitu keterlambatan waktu kehadiran salah satu dari peserta bootcamp, maka sesuai perjanjian jika ada peserta bootcamp yang terlambat, maka seluruhnya termasuk Coach juga akan terkena sanksi. Kemudian setiap Peserta dan Coach, mengumpulkan uang sanksi sebesar seratus ribu rupiah kepada bendahara yaitu owner Mie Judes. Dan uang yang terkumpul ini, disepakati bersama akan dibagi dua serta disumbangkan ke Gereja dan Mesjid, dan bendahara langsung memberikan kepada perwakilan peserta, untuk memberikankannya kepada Gereja dan Mesjid atas petunjuk dari Coach.

Dalam hal ini saya pribadi dapat pembelajaran, bahwa kita harus mengingat yang namanya, memberikan atau menyisihkan pendapatan kita ke rumah ibadah atau orang sekitar kita yang membutuhkan. Karena tanpa disadari atau tidak, ketika kita mau berbagi secara tidak langsung akan ada berkat atau rejeki yang mengalir. Dalam kehidupan kita perlu meningkatkan, nilai spiritual kita masing-masing. Menjaga hubungan baik dengan sang Pencipta Alam Semesta, bukankah sebagai umat yang beragama kita diajarkan untuk saling menghargai satu dengan yang lainnya. Banyak pembelajaran-pembelajaran yang sangat bermanfaat yang saya pribadi rasakan di bootcamp ini. Terkadang hal tersebut dikesampingkan, karena terlalu asyik mencari dunia, sampai terkadang lupa akan sekeliling kita.

Masih banyak pembelajaran yang sangat bermanfaat dibootcamp ini, pembelajaran yang sangat mendukung pada masa-masa peralihan pandemi ini, adalah mengenai Digital Mindset. Saat ini lebih praktis, proses komunikasi dipermudah dengan adanya digital saat ini. Begitu juga dengan adanya perkembangan digital, sangat gambar mengakses informasi yang dibutuhkan, bukan hanya itu kita juga dapat mempromosikn produk usaha yang kita jalan. Perkembangan digital saat ini juga, memudahkan kita untuk lebih aktif apalagi ketika kita memiliki usaha.

Di pembelajaran digitalpreneur atau wirausaha yang mengandalkan dan menggunakan digital, kita dapat memulai dengan beberapa tahapan, memulai dengan persiapan, melaksanakan dan menyediakan sumber daya manusianya, mempertahankan melalui analisis dan yang sangat perlu kita perhatikan adalah mengembangkan pemasarannya. Maksudnya kita dapat melakukan marketing melalui online atau digital, melalui whatshap, social media seperti, instagram, facebook, fanpage facebook, tiktok, website dan market place. Langkah kecil, ysng kita lakukan adalah memposting produk kita dan memperkenalkannya sebagai langkah awal. Jangan pernah berhenti belajar, akan perkembangan digitalisasi. Karena kita harus haus akan informasi, ketika kita igin sampai pada tahap pengembangan usaha yang kita jalankan. Tidak ada kata terlambat, jika setiap proses yang kita jalani dengan sunguh-sungguh, kita jalankan dengan ikhlas dan semangat. Untuk kemajuan ke arah pribadi yang lebih bermanfaat, dan mencapai suatu tujuan dalam hidup ini.

Tidak terasa sudah tiba pada hari terakhir bootcamp, para peserta Wubi Batch II diinstruksikan Coach Imut, untuk berkumpul di lapagan volly Hotel Niagara dengan berpakaian dan bersepatu olahraga, kemudian Leader diarahkan untuk berkumpul di dihadapan Coach. Sebagai Leader Kelompok Happy, saya di suruh untuk memilih lawan yang akan Tim kami hadapi, saya memilih Kelompok The Winner. Kemudian Coach Imuts mengintruksikan peraturan permainan, bahwa dalam permainan tersebut tidak menggunakan peraturan permainan olahraga volley sebagaimana biasanya, sehingga permainan olahraga volly ini dilakukan secara bebas, namun Coach Imuts memberikan beberapa rule permainan, sesuai dengan arahan Coach Mar dan Coach Ade sebagai penulis point pertandingan. Permainan dimulai, instruksi dari Coach Imuts dan jika salah akan diberikan sanksi, push up untuk para leader dan anggota tim. Dalam permainan ini, harus mengikuti instruksi.

Tidak ada terbersit untuk menjadi pemenang di dalam permainan ini, karena kami dari tim Happy adalah orang-orang spesial, dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun kami termotivasi dengan pernyataan Coach Imuts, bahwa disini diperlukan kerja sama dalam tim, tidak menutup kemungkinan dari kelemahan yang ada disetiap tim justru mereka yang menjadi pemenang. Disinilah kita sangat membutuhkan, seorang Leader yang dapat mengendalikan kemudi atas timnya. Kami Tim Happy kembali saling menyemangati satu sama lain, tidak harus menjadi juara namun kita sepakat saling jaga kekompakkan dan berikan kemampuan terbaik masing-masing. Meskipun saat itu, beberapa kami memiliki kelemahan masing-masing dalam permainan volly, yaitu owner Enricollection, owner Chankir dan saya sendiri owner LPK Anugrah. Tetapi tiga orang lainnya dalam tim kami, menangani kelemahan kami tersebut dengan kemampuan mereka memukul bola dengan baik, hingga masuk masuk ke dalam area tim lawan, dan masuk masuk dalam point kami kelompok Happy. Yang menjadi pemukul bola utama adalah owner Omah Telur 49, owner Naga Shoes dan owner Mie Judes Siantar. Dalam permainan pertama, kami dapat sekali hukuman pushup, ketika kawan dalam tim tidak konsentrasi, kami segera memperbaikinya melalui kode, yang saya sebagai Leader berikan. Dan kami keluar sebagai pemenang di pertandingan pertama.

Ketiga Leader dikumpulkan kembali, yaitu owner Shanaya Tea, owner Dear Kopi dan saya owner LPK Anugrah. Disini Coach memberikan instruksi, untuk bertanding dengan Tim yang mana terlebih dahulu. Terpilihlah pertandingan selanjutkan, antara Tim Sukses dan Tim Semangat.

Dan pemenang dari pertandingan ini, adalah Tim Semangat. Kemudian dilanjut dengan pertandingan antara Tim Happy dan Tim Semangat, Coach mengarahkan untuk menambahkan tiga orang peserta lainnya kedalam tim Happy, sebagai Leader saya memilih tiga peserta lainnya. Dalam pertandingan ini, instruksi Coach tidak sama dengan pertandingan sebelumnya, instruksi kepada kami yang bertanding, agar tidak bicara atau diam, kemudian kami disuruh untuk berbicara tanpa henti, jika tidak kami akan kalah point. Sedangakan tim lainnya, sebagai lawan bertanding kami akan mendapatkan penambahan point, itu silih berganti Coach intruksikan keapada kami tim yang sedang bertanding.

            Dan waktu permainan yang ditentukan selesai, tim yang keluar sebagai pemenang dalam tantangan ini juga adalah Kelompok Happy. Kami saling bersalaman, dan tidak lupa kami berterima kasih, kepada para peserta yang membantu kami dalam pertandingan. Ada pembelajaran baru melalui permainan volley ini, bahwa sosok Leader sangat dibutuhkan untuk memandu permainan. Begitu pulalah, dalam usaha yang kita jalankan. Ketika para anggota tim, tidak mengikuti instruksi atau tidak saling solid kemungkinan yang terjadi adalah menerima kerugian, yang diibaratkan dengan sanksi yang diberikan Coach tersebut. Pembelajaran lainnya adalah, ketika sebuah tim saling diam dan tidak ada komunikasi, akan sulit untuk mengembangkan usaha dan kemungkinan terburuk akan turun omset. Begitu juga ketika semua orang dalam tim berbicara, pasti akan timbul kebingungan atau bahkan pertikaian, karena semua ingin didengarkan. Nah disini sangat dibutuhkan, yang namanya seorang pemimpin sebagai juru kunci pengambil keputusan.

 

 

 

 

Gambar11. Tim Happy peringkat satu di pertandingan Volly.

            Leader yang baik adalah orang yang bisa dipimpin, mampu mendisiplinkan diri dan memanagement diri dan memberi pujian pada satu timnya. Karena sebagai Leader kita harus berinteraksi dengan baik pada tim kita, selalu berikan perhatian atau pancing reaksi dari tim Anda dengan bertanya dan berbicara secara kekeluargaan. Setiap manusia memiliki tanggung jawab sebagai Leader atas dirinya sendiri.Ada satu perubahan yang saya alami, setelah mempelajari leadership ini. Selain hal yang sudah dijelaskan tadi, ada yang harus kita tambahkan yaitu, melakukan suatu perubahan memang harus dimulai dari diri kita masing-masing. Ketika sudah ada kemauan tersebut, tetaplah konsisten pada pilihan itu, lakukan terus-menerus perubahan yang terbaik secara konsisten. Beranilah menentukan pilihan hidupmu, bertanggung jawab atas pilihanmu, dengan melakukan yang terbaik untuk menggapainya. Tetapkan positif thingking dan positif feeling, karena akan sangat membantumu ketika berhasil menjalankannya. Selalu sertakan sang Penciptamu  sebagai pegangan hidupmu, ketika menuju pencapaian tersebut, jangan lupa ucapkan syukurmu dengan cara berbagi dengan sesama, maka kamu akan menemukan kebahagian sejatimu. Semua impian bisa kita wujudkan jika kita memiliki keberanian untuk meraihnya. Walt Disney

 

 

 

 

 

 

 

Gambar12. Kelompok Happy bersama Pimpinan Bank Indonesia KPw. Pematangsiantar bersama Coach Imuts.

Sampailah pada waktu penutupan acara boothcamp Wubi Batch II, dari kelompok happy dua orang mendapatkan kesempatan untuk memberikan kesan dan pesan dihadapan kepala pimpinan Bank Indonesia Kpw. Pematangsiantar yaitu owner Mie Judes Siantar dan owner Naga Shoes sebagai perwakilan dari tiga puluh peserta yang ada, dan acara penutupan berjalan dengan lancar. Dan akhirnya acara penutupan selesai, dan sesama peserta saling pamitan dalam kehangatan dan bersalaman bersama para Coach Imuts yang sangat inspiratif, pegawai Bank Indonesia Kpw. Pematangsiantar yang selalu setia mendampingi kami para peserta Wubi disetiap pembelajaran boothcamp, yang terkadang hingga larut malam. Sepulangnya juga dari Parapat menuju Pematangsiantar, saya sangat bersyukur dan berterima kasih mendapat tumpangan dari owner Pattaya Café yang sangat murah hati, saya diantarkan sampai simpang rumah dan bertemu dengan suami yang menunggu untuk menjemput saya.

Banyak ilmu, kenangan indah, pembelajaran untuk pengembangan diri, perubahan dari diri sendiri yang saya pribadi rasakan, melalui pembelajaran baru yang saya dapatkan di Bootcamp Wubi Batch II ini. Terima kasih banyak kepada Bank Indonesia Kpw. Pematangsiantar dan Coach Imuts, atas kesempatan yang sangat luar biasa ini, semoga menjadi bekal dalam diri saya, pembelajaran tersebut menjadi bekal saya, ketika mengaplikasikan dalam kehidupan saya maupun menjalankan usaha saya LPK Anugrah. Perkembangan yang saya alami untuk pribadi pasca bootchamp sangat banyak, dan saya mendapat pencerahan akan diri saya sendiri. Memahami keinginan diri sendiri, tidak menutup diri, lebih mensyukuri dan lebih meningkatkan spiritual saya. Sehingga dapat menjadi orang yang lebih baik dan bermanfaat dari sebelum mengikuti bootcamp wubi dengan para coach imuts yang luar biasa.

Untuk usaha kami saya juga sedang melakukan beberapa penerapan dari yang saya pelajari dan hal positif yang membangun di bootchamp, dan memang tidak mudah menjadi sesuatu yang dianggap aneh atau mungkin perubahan itu kadang tidak terbiasa dilakukan. Dan untuk beberapa teman pekerja yang keluar tanpa ada alasan, saya lebih dapat menerima dengan lapang dada seperti arahan coach Mar, kedepannya pasti sudah yang terbaik. Benar saja beberapa dari mereka meminta kembali, dan kami di LPK Anugrah lebih selektif lagi. Tapi mungkin masih butuh proses banyak jika diterapkan dalam usaha, masih banyak proses buat pengembangan lagi. Apalagi saat ini kami di fase, merangkai kembali hasil tenun terbaik, setelah banyak tantangan masa pandemic. Masih banyak yang harus saya pelajari dalam management pembagian tugas di usaha kami.

      Setelah masa boothcamp selesai, dengan perlahan banyak perubahan-perubahan yang saya lakukan untuk diri pribadi. Dimulai menanamkan rasa optimis, bertanggung jawab, memiliki komitmen dan meningkatkan energi positif di dalam diri saya pribadi. Saya berusaha dapat melawan energi negatif dalam diri saya, yang selama ini terpendam dan berusaha menghilangkannya. Seperti rasa takut atas kemampuan saya pribadi, sifat pasif atau introvert yang saya miliki terkadang terkesan menjauhkan, hubungan pribadi saya dengan orang-orang sekeliling, terutama hubungan pada suami, orangtua dan orang sekeliling saya. Memang di dalam memulai perubahan itu, masih terkesan janggal dan lucu. Bahkan kadang ada pertanyaan berulang, atau perkataan dari mereka yang merasakan perubahan asing dari dalam diri saya. Kadang pertanyaan mereka, kenapa?, ada apa?, tidak seperti biasanya?. Tapi saya berusaha dan melakukannya dengan sungguh-sungguh. Perlahan mereka, merespon perubahan saya dengan gembira. Ternyata ketika kita mau memberikan sebuah perhatian kecil, contoh sederhananya mau menyapa mereka, bertanya kabar kesehatan mereka, atu bahkan meluangkan sedikit waktu berkomunikasi bersama mereka,  itu sudah membuat senyuman manis di wajah orang yang kita cintai baik itu pasangan hidup, orangtua, saudara dan orang-orang sekeliling kita. Ketika melakukan perubahan tersebut, pasti akan ada prosesnya. Begitu juga ketika kita ingin mencapai sebuah tujuan dalam hidup, pastinya semua manusia mengingini keberhasilan dalam hidup. Baik keluarga, rumah tangga, pekerjaan, perekonomian juga dibutuhkan yang namanya perjuangan dan usaha dalam perjalanan proses meraih keberhasilan tersebut. Jangan pernah membatasi dirimu, dalam bermimpi. Gapai impianmu menjadi kenyataan, hilangkan protes namun nikmati dan hargai setiap prosesnnya. Dewi Turnip

     


 

3.     Pendampingan I – II Wubi

      Setelah Bootcamp selesai pembelajaran berikutnya, dilanjutkan di Pendampingan satu dan dua yang bertempat di kantor Bank Indonesia Kpw. Pematangsiantar, sangat antusias dalam pertemuan kembali dengan para peserta Wubi, dan menyiapkan diri untuk memulai pembelajaran, dari para Coach yang sangat menginspiratif kami wirausaha, yang ingin meningkatkan usaha kami masing-masing, dengan menerapkan ilmu yang kami dapatkan dari para Coach. Didalam pendampingan ini, kami semakin bersemangat meski selesainya hingga malam hari.

      Dimulai dengan pembelajaran mengenai marketplace yaitu shopee dan tokopedia, penggunaan google ads, tiktok, bisnis model canvas, hpp dan business plan detail. Kami melakukan kebiasaan dari Wubi sebelum memulai pembelajaran, yaitu pasang niat, berdoa, bersyukur dan secara bergantian mengucapkan syukur dari peserta Wubi. Dan ketika pulang, membuat gerakan mengambil energi positif dan membuang energy negatif.

Pembelajaran dimulai dengan marketplace, atau bisa juga disebut sebagai e-commerce, merupakan platform perantara bagi penjual dan pembeli untuk melakukan proses transaksi secara aman, cepat, dan mudah. Sebagai perantara, marketplace membuat setiap proses transaksi tersebut berlangsung secara online baik itu di pihak penjual maupun pembeli. Menjadi seorang pebisnis dituntut harus peka dalam perkembangan zaman, pintar dan teliti memanfaatkan peluang dan selalu berinovasi untuk mengembangkan bisnis anda menjadi bisnis yang sukses kedepannya. Dengan begitu diharapkan keuntungan yang didapatkan akan terus meningkat. Salah satu trend masa kini yang sedang berkembang adalah pemanfaatan internet.

Marketplace merupakan suatu sistem belanja online yang mana dimedia tersebut tidak hanya sekedar membantu memasarkan barang atau produk yang dijual saja, namun melayani juga denga memfasilitasi transaksi secara online. Marketplace ini merupakan sebuah website atau aplikasi mobile sebagai wadah bagi para penjual untuk menjual produk-produknya. Marketplace disini dijadikan pihak perantara yang dapat mempertemukan para penjual dan para pembeli didalam web tersebut. Marketplace memiliki sistem tersendiri yang dapat mengatur puluhan bahkan ratusan produk yang ingin dijual. Oleh karenanya, marketplace ini dapat dijadikan solusi alternatif bagi anda yang ingin berjualan secara online. Para peserta Wubi diingatkan agar memaksimalkan akun marketplace usaha yang sudah ada dan membuat akun baru untuk peserta Wubi yang belum memilikinya. Karena memang terkadang, kita wirausaha kurang memaksimalkan media sosial media, pada saat ini hal tersebut sangat diperlukan, apalagi dimasa yang sistem online ini. Kemudian masing-masing peserta, mengupload, produk unggulan mereka dan mempromosikan pada sosial media yang peserta miliki, mencamtumkan link marketplace tersebut, serta disharekan di dalam grub whatsapp Wubi agar para peserta dapat berinteraksi, di masing-masing marketplace mereka. Jadi secara tidak langsung menambah viewer dan membantu menaikkan daftar pengunjung dan daftar penyuka halaman market place, ataupun sosial media usaha kami masing-masing peserta Wubi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar13. Marketplace Tokopedia LPK Anugrah

Sosial media yang dimaksud facebook, panpage facebook, Instagram dan tiktok. Kita juga harus menyesuaikan, target produk kita siapa dan apa sosial media yang mereka gunakan, agar kita dapat memaksimalkan social media yang kita miliki. Pada masa saat ini, tiktok menjadi salah satu sosial media yang familiar digunakan, dan pada pendampingan ini peserta diajar, untuk memaksimalkan tiktok sebagai wadah promosi yang baik dan benar. Disini juga Coach Blahe mengingatkan, agar social media bisa digunanakan secara maksimal, sebagai sarana promosi produk, bukan hanya pengenalan saja, namun dapat diisi dengan beberapa testimoni pelanggan, kualiatas dan arti produk. Sehingga pembaca social media tertarik, dan mengundang respon mereka untuk bereaksi, seperti menyukai ataupun berkomentar, dan alangkah baiknya jika langsung terjadi transaksi dari promosi di akun social para peserta Wubi.

      Para peserta Wubi juga diajarkan mengenai fotografi dasar dan teknik, agar gambar yang dihasilkan lebih menarik, estetik dan meningkatkan nilai jual produk dari hasil gambarnya, sehingga mendapatkan kepercayaan calon pembeli. Bukan hanya teori saja, disini juga diajarkan praktek secara langsung oleh orang yang berpengalaman. Untuk menghasilkan gambar atau foto, tidak hanya sebagai karya visual yang indah dipandang mata, tetapi juga merupakan sebuah cerita. Para peserta Wubi sangat antusias, dalam pembelajaran ini. Apalagi ketika mempraktekkannya, dan dibimbing oleh photographer yang berpengalam dibidang. Kami berusaha mendapatkan foto yang terbaik, yang kami praktekkan langsung dengan memfoto produk kami masing-masing.

      Dan foto tersebut langsung menjadi bahan kami, untuk diposting di masing-masing sosial media yang kami miliki. Dan saling berbagi link social media tersebut, di grub whatshap Wubi. Para peserta diintruksikan oleh Coach Blahe, untuk saling memberikan respon sesame peserta Wubi, seperti yang biasa dilakukan yaitu dimulai dari kami terlebih dahulu, yaitu reaksi suka dan komentar satu sama lain.

 

 

 

 

 

 

Gambar14. Foto Produk Kain Tenun Lpk Anugrah


 

            Pendampingan satu ini juga, para Coach mengingatkan para peserta Wubi melalui pembelajaran yang diberikan, agar menanamkan intropeksi diri, menghilangkan rasa malas, menunda setiap pekerjaan, meningkatkan potensi diri, dan memantaskan diri untuk untuk menjadi sukses, sebab kesuksesan tidak perlu dikejar hanya saja kita diharuskan untuk memantaskan diri atasnya, maka kesuksessan itu akan datang dengan sendiriny. Pada pendampingan satu dan dua ini juga, pembelajaran mengenai google ads, yaitu salah satu alat terbaik secara digital, untuk menghasilkan prospek calon customer. Jika campaign Google Ads dijalankan dengan benar maka berpotensi mendapatkan, target bisnis kamu untuk menuju pada lokasi usaha Anda, mengisi formulir keikutsertaan, atau yang lainnya. Fitur di Google Ads dapat memungkinkan kamu untuk mempersempit ruang lingkup penayangan iklan hanya ke orang-orang yang memungkinkan dan cocok untuk menjadi pelanggan sehingga kamu tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya.

Banyak keuntungan yang kita dapatkan, ketika mendaftarkan lokasi usaha kita di google. Dan membantu para pencari informasi, mengenai tempat dan keunggulan produk yang Anda miliki. Coach Ade melanjutkan dengan pembelajaran Business Model Canvas (BMC) ialah suatu kerangka kerja yang membahas model bisnis dengan disajikan dalam bentuk visual berupa kanvas agar dapat dimengerti dan dipahami dengan mudah. Model ini digunakan untuk menjelaskan, memvisualisasikan, menilai, dan mengubah suatu model bisnis, agar mampu menghasilkan kinerja yang lebih optimal. BMC dapat digunakan untuk semua lini bisnis tanpa terbatas sektor usahanya. BMC sangat membantu untuk mempercepat proses analisis kekuatan dan kekurangan bisnis. Dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan, maka analisis kebutuhan dan profit dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.

Business Model Canvas dapat menjelaskan hubungan sembilan elemen model bisnis yang digambarkan secara visual, sehingga inovasi yang dibuat pada model bisnis perusahaan akan lebih mudah dipahami dan dimengerti. Para peserta Wubi ditugaskan untuk membuat BMC, dari usaha kami masing-masing. Pembelajaran ini sangat membantu kami dalam mengidentifikasi usaha, yang sedang kami jalankan saat ini. Ketika mempraktekannya, dalam pembelajaran ini kami diintruksikan untuk memilih satu peserta dari kelompok kami masing-masing. Dan kelompok Happy memilih usaha owner Omah Telur 49, dan untuk peserta lainnya, ditugaskan dan menjadi home-fun untuk membuat BMC usaha kami masing-masing.

      Pemabahasan pembelajaran selamjutnya adalah Bisnis plan detail yaitu, perencanaan bisnis wirausaha secara detail, dimulai dari perencanaan pencapaian penjualan tahun depan, kalender  marketing, aktivitas penjualan selama tahun depan, dan menjadi perbandingan ketika apakah kita tidak mencapainya, mencapainya, atau bahkan melebihi target pencapaian. Definisi dari business plan adalah suatu dokumen tertulis yang menggambarkan sifat bisnis Anda. Dalam dokumen ini harus mengandung strategi penjualan dan pemasaran secara rinci, kondisi keuangan, dan juga pendapatan serta pengeluaran selama menjalankan bisnis tersebut.

      Dalam pendampingan ini juga diajarkan mengenai HPP (Harga Pokok Penjualan), agar kita mengetahui apakah harga produk yang buatkan, selama ini sudah masuk menerima keuntungan bagi usaha kita?, atau bahkan menjadi kerugian bagi usaha yang sedang kita jalankan. Harga Pokok Penjualan atau HPP adalah pengeluaran atau beban yang dikeluarkan secara langsung maupun tidak langsung guna memproduksi barang dan jasa untuk kemudian diperjual belikan atau digunakan sendiri. Komponen ini sangat penting dalam bisnis karena menjadi penentu jumlah laba atau rugi perusahaan. HPP adalah salah satu unsur biaya produksi perusahaan yang dapat memberi gambaran laba maupun rugi dengan cara perbandingan berbagai pengeluaran, misalnya biaya material, gaji, biaya marketing, dan sebagainya.

      Dalam pendampingan ini, kami dikelompok Happy saling sharing usaha yang kami jalankan masing, seperti pembelajaran BMC, Coach Ade juga menginstruksikan untuk memilih usaha satu peserta dari kami yaitu owner Enricollection, karena waku pendampingan sangat terbatas, dan menjadi home-funn para peserta Wubi juga. Begitu juga dalam pembelajaran proyeksi five ways, diwakilkan usaha owner Chankir. Kami saling bertukar pikiran, inilah yang saya sangat suka dengan kelompok Happy ini, bersyukur menjadi bagian dari mereka. Semoga usaha yang kami jalankan masing-masing, dapat lebih maju dan berkembang ke depannya.

Gambar15. Foto Kelompok Happy di pendampingan 1-2

      Pasca pendampingan 1-2 ada perubahan yang saya tanamkan dalam diri, untuk lebih konsisten mengupload gambar ataupun video, di social media yang usaha saya LPK Anugrah. Seperti Coach Mar pernah mengatakan, bahwa untuk berubah itu adalah melakukan perubahan tersebut secara konsisten, minimal empat puluh hari dan hal itu saya lakukan. Meski terkadang postingan yang saya share, kurang diminati atau kurang memiliki timbal balik, namun untuk yang melihat postingan itu semakin bertambah, ini dapat dilihat dari interaksi fanpage LPK Anugrah.

      Ketika mengerjakan home-fun yang diberikan oleh Coach Imuts, ada cerita tersendiri. Yaitu ketika H-1 masa pengumpulan tugas bisnis plan detail, kami mengerjakan di rumah owner Mie Judes, bersama owner Enricollection dan saya LPK Anugrah. Saya termotivasi dengan semangat kedua orang dalam tim saya ini, dengan keterbatasan mereka menggunakan aplikasi office excel, tapi dibarengi semangat mereka serta ingin tahu mereka yang tinggi, saya berbagi ilmu yang saya tahu menggunakan office, agar dapat mempermudah dalam pengerjaan home-fun kami. Mereka berusaha sendiri mengetik, membuat laporan tersebut, saya sebisa saya memandu dan saling sharing ilmu, kepada dua wanita tangguh ini. Tidak ada usia yang membatasi untuk belajar, begitu juga dengan teman kami lainnya kami saling sharing menggunakan video call, teleponan dan bahkan sharing di grup wa whatshapp. Kami juga bertanya kepada Coach Imuts melalui whatshap grup Wubi, karena ada perhitungan angka di daily bugedting yang kurang kami mengerti. Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, dari siang hari hingga jam dua belas malam kami mengertajakan home-fun tersebut. Sungguh perjuangan yang luar biasa, dan pembelajaran baru mengenai perjuangan serta kebersamaan dalam sebuah tim.

Gambar16. Pengerjaan Home-fun bersama Kelompok Happy yang berdomisili di Pematangsiantar.

      Sangat bersyukur dikirimkan Tuhan orang-orang terbaiknya, di dalam kehidupan saya pribadi. Meski hingga larut malam, suami saya selalu memberikan dukungan terbaik dan mendampingi dalam segala kegiatan yang saya lakukan. Setelah bootcamp dan pendampingan satu dan dua, saya berusaha untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu yang para Coach Imuts berikan, untuk pengembangan dan kemajuan usaha kain tenun LPK Anugrah. Serta menikmati setiap hal kecil perubahan tersebut, dalam empat puluh hari pertama saya konsisten untuk menggunakan social media LPK Anugrah, agar lebih efektif dalam aktivitas pengenalan berbagai produk kain tenunan kami. Di rumah tenun LPK Anugrah diproses mulai dari sehelai kain, sampai menjadi selembar kain tenun nan indah dan kualitas.

      Perubahan kecilpun, jika dilakukan secara konsisten pasti akan membawa perubahan bagi usaha yang kita jalankan. Karena tidak ada usaha yang bermasalah, namun didalam menjalankan perlu intropeksi di owner yang menjalankan. Perlu keterbukaan diri, ketika menjalankan suatu usaha. Jika tim bersama, diharapkan dapat duduk bersama dan saling mendukung perkembangan usaha yang dijalankan. Membenahi diri dengan pembelajaran yang diberikan, dan menikmati proses yang dilakukan. Sedikit banyak ada beberapa perubahan, karena memang salah satu wadah promosi pada masa pasca pandemi, adalah melalui digital. Ketika konsisten dalam menggunakan social media, semakin banyak intraksi dari via whatshapp pribadi saya.

      Banyak para pelanggan lama yang sudah lama, tidak menghubungi dan memesan kain tenunan LPK Anugrah, kembali menghubungi kami dan bahkan mereka datang ke rumah tenun dan galeri LPK Anugrah yang beralamat di Jalan Halilintar No. 6, Kelurahan Siopat Suhu Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar Provinsi Sumatera Utara. Serta dengan konsisten menggunakan social media secara aktif, kami mendapatkan calon pelanggan dan pelanggan baru yang langsung transaksi. Dalam pendampingan ini, kami juga sepakat membuat sebuah rule pada masa pendampingan kami ke depannya. Namun jika berhalangan, perserta dapat memberikan informasi dan pemberitahuan, kepada Coach maka dapat ditoleransi.

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar17. Rule Pendampingan Wubi

      Jangka waktu dari pendampingan I-II ke pendampingan III-IV ada sekitar dua bulan lamanya, pembelajaran pada pendampingan ini adalah mengenail, digitalisasi lebih dalam dan cara pengaplikasiannya. Kami peserta Wubi diajarkan dan dipandu Coach Blahe dalam pembuatan, website secara gratis. Dan memaksimalkannya menjadi wadah untuk promosi, dan akan lebih baik jika berhasil menambah pelanggan dan meningkatkan omset usaha para peserta Wubi. Dari pembelajaran di pendampingan ini juga, para peserta Wubi ditugaskan untuk membuat kalender marketing dan sales marketing. Marketing kalender adalah rancangan rencana yang lengkap, untuk kegiatan marketing dalam kurun waktu tertentu. Cukup lengkap dan bisa dijadikan landasan atau rel dalam menjalani kurun waktu yang tertulis. Sales marketing adalah pekerjaan untuk menjual suatu produk atau mempromosikan barang dengan argumen dan deskripsi yang jelas.

      Terkadang memang kita wirausaha lebih juga, langsung praktek tanda ada membuat daftar kegiatan tersebut. Namun dengan adanya pembelajaran mendalam mengenai Marketing Kalender dan Sales Marketing membuat kita lebih terarah dalam kegiatan seminggu, sebulan dan bahkan setahun, tergantung kita dalam proses prencanaannya. Kami diintruksikan oleh Coach Imuts, untuk membuat laporan perencaan marketing dan sales kalender ini secara tertulis,  untuk kegiatan sebulan penuh dan harus kami lakukan yang tertulis tersebut secara konsisten. Hal ini sudah saya lakukan sebelumnya, setelah pendampingan satu dan dua. Namun ada perbedaan hal tersebut, dengan yang saya jalankan selama empat puluh hari selama konsisten. Tanpa membuatnya secara tertulis, namun langsung ke prakteknya. Banyak pembelajaran baru yang saya dapat di pendampingan ini, mengenai marketing dari Coach Ade. Agar kita sebagai wirausaha memperhatikan Value Selling, berupa fisik dari produk kita, tampilan kemasan, motif dan warna agar menarik perhatian pelanggan sehingga dapat terjadi transaksi. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah Value Proposition, yaitu sesuatu yang membuat produk atau layanan sebuah perusahaan berbeda dengan kompetitor lain. Yang tidak terlihat, namun dapat menyentuh emosional dari konsumen. Mengaplikasikannya dengan cara, menceritakan setiap proses pembuatan kain tenun tersebut dan menjelaskan arti atau cerita dari motif kain tenun tersebut.

      Pada pendampingan ini dijelaskan juga pembuatan dan penggunaan linktree, sebagai akses cepat untuk informasi pada usaha kita. Linktree berfungsi untuk membuat halaman website yang mudah dipersonalisasi dan didesain, sekaligus menampung semua tautan penting yang ingin kamu bagikan dengan audiens para wirausaha. Linktree dapat digunakan di platform sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, YouTube dan akun sosial media lainnya.  Banyak manfaat Linktree, karena dengan sekali klik link lintree, kita dapat membuat informasi mengenai kontak, alamat, marketplace dan social media yang kita milki.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar18. Linktree LPK Anugrah

      Pada Pendampingan ini juga diintruksikan untuk pembuatan buku, bagi seluruh peserta Wubi Batch II yang tersisa. Ada beberapa teman peserta Wubi Batch II yang tidak dapat melanjutkan Pendampingan hingga wisuda nanti. Karena telah mengundurkan diri, dan tidak dapat mengikuti pendampingan berikutnya. Sesuai dengan kesepakatan bersama dari Peserta Wubi Batch II, Bank Indonesia KPw. Pematangsiantar dan Coach Imuts. Mereka otomatis dikeluarkan dari grup whatshapp Wubi. Tetapi jika ada keterangan dari peserta, akan dipertimbangkan. Karena memang dalam tim kami juga saat pendampingan ini, ada dua peserta yang ijin. Owner Enricollection digantikan oleh anaknya karena alasan kesehatan dan owner Mie Judes ijin, karena harus mendampingi anaknya yang sedang operasi.

      Pada pendampingan ini, diajarkan untuk tahap pembuatan buku, dimulai dengan pembuatan dan menentukan mind mapnya atau teknik yang biasanya digunakan untuk membantu seseorang dalam menyusun suatu catatan. Mind mapping adalah langkah kreatif yang akan membantu seseorang dalam memproduksi banyak ide-ide menarik. Metode ini juga memudahkan dalam mempelajari sesuatu, sehingga memudahkan dalam merencanakan berbagai penelitian untuk project baru yang sedang ia jalankan. Dan inilah nantinya yang akan mempermudahkan para peserta dalam penulisan buku.

 

 

 

 

 

 

Gambar19. Foto Bersama Peserta Wubi Batch II Pendampingan III-IV

      Dan Coach Imuts mengintruksikan para peserta Wubi, untuk membuat mind map buku kami masing-masing. Dan itulah awalnya, tercipta buku ini yang berisikan kisah inspiratif, perjalanan usaha, perkembangan usaha, sebelum dan pasca mengikuti kegiatan Wubi dari Bank Indonesia, yang tentunya sangat bermanfaat bagi usaha kami masing-masing.


 

      Pasca Pendampingan satu sampai empat ini, semakin meningkatkan energi positif dalam diri saya, agar menjdi pribadi yang lebih konsisten dan mampu, mengaplikasikannya untuk kemajuan usaha LPK Anugrah. Home-fun yang diberikan oleh Coach Imuts, diberikan tanggung jawab kepada peserta di masing-masing kelompok, dan diunjuk sebagai leader untuk pelaporan marketing kalender tersebut.

      Di kelompok Happy yang bertugas dan menjadi Leader adalah owner Omah Telur 49. Dan jika yang beliau, berhalangan maka dapat digantikan oleh peserta lainnya, di dalam kelompok tersebut. Ini dilaporkan setiap harinya, paling lama pukul sepuluh malam di grup whatshapp Wubi Batch II. Saya membuatnya sebagai home-fun yang sangat kami nikmati, menjadi salah satu cara untuk tetap mempromosikan LPK Anugrah. Karena saya sudah melakukan tersebut, dimulai dari pertemuan satu dan dua. Konsisten dalam menggunakan sosial media, memaksimalkannya sebagai sarana untuk para pelanggan atau calon pelanggan untuk berinteraksi.

 


 

LPK ANUGRAH

(Pengerajin Tenun dari Kota Pematangsiantar)

 

1.      Perjalanan Terbentuknya LPK Anugrah

      LPK Anugrah tidak terbentuk secara instan, dimulai dari ibu saya tercinta Hotna Winda Panjaitan sebagai seorang penenun ulos sadum, bukan hanya sebagai orangtua namun beliau adalah guru terbaik saya di dunia ini dalam segala bidang, termasuk dalam tenun dan kain yang dihasilkan.

      Semenjak duduk dikelas tiga sekolah dasar, saya sudah memulai menenun sadum dengan belajar otodidak. Dengan memperhatikan kebiasaan Ibu saya, namun saya menyukai dan belajar sendiri, hingga bisa menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dengan baik, tapi ketika meggerakkan antara tangan dan kaki, posisi saya jinjit atau sedikit berdiri dikarenakan tinggi badan saya, yang memang masih belum maksimal pada masa itu. Tapi saya tidak ada paksaan dalam bertenun ulos sadum tersebut, bahkan menjadi suatu kebiasaan yang saya nikmati.

      Banyak arti ulos sadum bagi budaya kita yang tinggal di sumatera utara, dan Ulos sadum ini disimbolkan sebagai motivasi dalam suatu keluarga agar selalu bersuka cita dan bersemangat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Bukan hanya dalam acara kemalangan, pernikahan, Ulos sadum juga kerap dipakai sebagai hadiah atau kenang-kenangan kepada pejabat atau tamu istimewa. Dengan bertenun Ulos sadum, selain dapat mendapatkan pendapatan tambahan, dari upah saya menenun ulos sadum tersebut. Saya senang bisa membeli sesuatu dengan uang sendiri. Panjang perjalanan yang saya alami, secara tidak langsung bertenun menjadi rutinitas dan membantu orangtua dalam membiaya pendidikan saya hingga dapat menyelesaikan pendidikan Diploma-III.

      Sangat bersyukur dengan orangtua yang mendukung segala keputusan yang saya ambil, dan mengarahkan serta mendidik saya menjadi wanita yang tangguh, mandiri dan tetap rendah hati dalam bersosial. Serta jangan malu dalam mengerjakan apapun juga, selama itu suatu yang bermanfaat dan tidak merugikan orang lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar20. Menenun Ulos Sadum menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM)

 

      Memulai menenun dari tahun 2000 banyak sudah inovasi dan kreatifitas yang sudah Ibu saya lakukan, bahkan pernah membina narapidana di lapas Pematangsiantar. Dalam memulai suatu usaha tidaklah mudah, selalu ada tantangan dan resiko dialami. Selama bertahun-tahun membina di lapas tersebut, sehingga memutuskan untuk berhenti dari sana. Pada masa diawal sekitar tahun dua ribuan, Ibu saya aktif dalam kegiatan pelatihan dinas karena memang yang diinginkannya adalah mendapatkan ilmu, meski terkadang harus meninggalkan kami dan tidak mendapat materi dari perjalanan dinas tersebut, Ibu saya hanya ingin pembelajaran yang membuatnya menjadi lebih ahli dalam tenunan. Semangat yang luar biasa diciptakannya, dan terkadang tidak sungkkan untuk mengorbankan tenaga dan waktunya.

      Proses itu memang harus diminikmati, sekitar di tahun dua ribu sebelas, kami telah memiliki dua item alat tenun bukan mesin (atbm), untuk menghasilkan bahan tenun yang lebar dan bisa digunakan, sebagai bahan dasar pembuatan pakaian jadi, seperti : kemeja, gaun, rok dan sarung selendang dari kain tenunan. Dimulai dari saya dan Ibu, kami memenun berdua dan saya mendapatkan panduan untuk membuat kain tenun tersebut, karena pada saat itu unntuk seputaran Pematangsiantar msih kami yang memulainya, karena kain tenun yang dihasilkan berbeda dengan ulos sadum, yang saat itu lebih banyak peminatnya, karena memang banyak yang bisa jadi tempat pemasaran ulos sadum saat itu, berbeda dengan kain yang kami hasilkan hanya orang tertentu atau pemakai langsung yang mau membelinya. Tidak mudah  memang, namun ketik kita gigih dalam menjalani sebuah proses akan mendapatkan hasil yang terbaik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar21. Ibu Panjaitan Menenun Bahan Pakaian dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM)

      Sangat sulit memang diawal, tapi semangat yang tinggi untuk menghasilkan kain tenun terbaik dari Ibu saya, membuat saya semakin optimis. Pada saat itu saya yang masih kuliah di semester satu, saya membantu mempromosikannya dengan cara memakai ke kampus dan memposting melalui facebook.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar22. Produksi awal Kain Tenun Lpk Anugrah

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar23. Produksi awal Kain Tenun Lpk Anugrah

      Proses yang panjang kami nikmati, walaupun dalam segi akademik Ibu saya hanya sampai di bangku sekolah dasar. Namun beliau mau belajar, serta menerima arahan dari orang-orang dinas saat itu, yang mengajari dan memandu kami dalam kepengurusan surat ijin. Dibantu oleh Bapak untuk mengantarkannya ke kantor dinas saat itu, meski harus berulang kali selama satu hari ke kantor karena ada salah pengetikkan, saat pengajuan tapi beliau tidak putus asa, saya ingat pada saat itu kami masih mengetiknya di warung internet, karena memang belum ada laptop atau computer pribadi kami.

      Selain ijin dari dinas kota Pematangsiantar, kami juga mengurus akte notaris dari LPKS Anugrah. Diawal Ibu, Bapak dan saya adalah pengurus langsung dari usaha keluarga kami ini. Kami juga memberikan wadah untuk para masyarakat, yang ingin belajar dan mendapatkan ilmu mengenai kain tenun semi dan sutra, penyebutan untuk kain tenun kami saat itu. Setelah keluar hasil dari surat legalitas kami, Dinas Prindustrian dari mengajukan untuk melakukan pelatihan tenun di tempat kami. Pelatihan tersebut di lakukan di lokasi rumah kami, karena memang alamat dari LPKS Anugrah diawal terciptanya.

 

 

 

 

 

 

Gambar24. Alamat Awal LPK Anugrah

      Seiiring berjalannya waktu, kami selalu melakukan inovasi dan tetap setia melalui proses demi proses, setelah mendapatkan surat ijin LPK, adalah surat notaris ke dua yang kami miliki. Karena sebelumnya surat ijin dari notaris yang kami miliki adalah CV. Anugrah, dan inilah yang menjadi jalan kami ketika membuka usaha dan membina narapidana di Lapas Pematangsiantar. Namun berbeda dengan LPK Anugrah, yang menjadi wadah untuk orang menggali ilmu tentang pertenunan. Dan sampai saat ini juga, kami lebih sering dikenal dengan LPK Anugrah. Meski untuk brand dari kami sebenarnya adalah Hitado Created by LPK Anugrah.

      Puji Tuhan semakin baiknya hasil dari tenunan kami LPK Anugrah adalah hasil jerih payah Ibu saya Hotna Winda Panjaitan, perlahan namun pasti mimpi-mimpinya tercapai. Menciptakan selembar kain tenun yang nyaman pakai, tidak susut meski dalam waktu yang lama, tidak luntur dan pastinya menciptakan motif-motifnya sendiri. Bahan tenun yang dihasilkan semakin meningkat dari segi kualitas, kami juga mendapatkan orderan dari seragam keluarga, seragam organisasi dan semakin banyak yang mendaftarkan diri sebagai resailer dari hasil tenunan, yang membatu pemasaran usaha LPK Anugrah.

Resailer sangat berperan dalam membantu LPK Anugrah dalam pemasaran, sehingga semakin banyak pelanggan baru yang tidak dapat kami jangkau. Baik dalam negeri hingga manca negara, dan tentunya hubungan saling menguntungkan antara LPK Anugrah dan resailer

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar25. Kain tenun LPK Anugrah, di New York

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar26. Ibu Hotna Winda Sebagai Instruktur

      Dan kami juga sebagai bersyukur dipilih menjadi wadah dan instruktur, berbagi ilmu sehingga perlahan semakin banyak yang mengenal tenunan kain, mempergunakan selembar ulos menjadi accesoris sehingga tidak untuk kegiatan adat saja, namun kain khas sumut ini dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dinas saat itu yang mendampingi kami adalah Dinas Prindustrian Kota Pematangsiantar.

      Kesempatan pertama yang sangat luar biasa, atas kepercayaan Bank Sumut Pematangsiantar, yang beralamat di jalan sutomo. Menggunakan hasil tenunan kami sebagai seragam mereka, setiap hari rabu. Kain tenun merah marun nan indah, bermotifkan pinar simalungun. Digambarkan langsung oleh Ibu Hotna Winda, dan sebagai orang pertama yang menenunkannya ke selembar kain tenun, memiliki panduan dari gambar ornament simalungun. Pahu-pahu patundal adalah Tumbuhan pakis bertolak belakang. Motif pakis banyak kita temukan dalam ragam hias Simalungun. Ini mengisyaratkan persatuan kesatuan yang saling menguntungkan.

 

 

 

 

Gambar27. Sketsa Pinar Pahu-Pahu Patundal

     

 

      Banyak proses yang dilakukan Ibu saya, mulai menggambar sketsa pada buku gambarnya hingga dapat mengaplikasikannya menjadi motif nan indah di selembar kain tenunan yang dihasilkan di LPK Anugrah. Ibu dan saya langsung menenunkan pesanan tersebut, dan disini kami semakin bertambah. Ibu saya mengajari dan mengajak orang sekitaran tempat tinggal kami yang bertenun, agar semakin pendapatan mereka juga bertambah. Karena saat itu upah untuk selembar ulos sadum paling murah lima ribu rupiah, sedangkan untuk selembar bahan tenun yang paling murah delapan puluh ribu rupiah, dan banyak dari mereka yang tertarik dan bergabung bersama kami.

Gambar28. Hasil Bahan Tenun Seragam Bank Sumut dengan Pinar Pahu-Pahu Patundal

      Ibu dan saya saat itu dengan sabar melatih dan mengarahkan mereka, dalam pengerjaan bahan tenun tersebut. Memang ada kesulitan tersendiri dari cara pengerjaannya, karena dibutuhkan kerapian sehingga harus sabar dalam proses bertenunnya, karena alat tenun yang digunakan dan bahan benang dasar yang digunakan sudah jauh berbeda dengan ulos sadum. Ada rasa haru ketika suatu kantor, memakai kain tenunan hasil kami dan menggunakannya sebagai seragam. Bank Sumut banyak membantu kami dalam promosi, dan mengenalkan kain tenunan LPK Anugrah, pada kantor cabang Bank Sumut lainnya, yaitu Bank Sumut Tebing tinggi, Bank Sumut Raya dan beberapa kantor cabang bank sumut seputaran siantar.

 

 

 

 

 

Gambar29. Kain Tenun LPK Anugrah dipakai seragam Bank Sumut Pematangsiantar

 

Semakin banyak perubahan dari kain tenun yang LPK Anugrah hasilkan, dari segi perubahan motif, warna dasar sampai kualitas benang yang kami gunakan. Setelah melalui proses, sampai pengorbanan membuang benang karena tidak sesuai dengan yang diinginkan, itu semua sudah LPK Anugrah lalui. Tapi gigih dan kerja keras dari Ibu saya, membuahkan hasil. Dan tidak dapat dipungkiri LPK Anugrah menghasilkan kain tenun premium pertama di tahun dua ribu lima belas, di daerah Pematangiantar-Simalungun, atau bisa jadi se-sumut. Tentu tidak semua berjalan lancar, namun ketika kita sabar dan tahan uji akan permasalahan yang ada, akan membuat kita lebih optimis dalam meraih mimpi, itulah sikap yang tersirat dari Ibu saya.

 

 

 

 

 

Gambar30. Jas, Gaun, dan Kain Sarung Pelangi hasil Tenunan LPK Anugrah

      Banyak pihak yang memberikan apresiasi kepada Ibu saya, apalagi mereka yang tahu bagaimana proses terjadinya selembar kain tenun premium yang dihasilkan LPK Anugrah. Belajar memberikan yang terbaik dan melestarikan tenunan warisan dari nenek moyang kita dengan versi Ibu Hotna Winda Panjaitan. Para wartawan surat media, atau koran dan penyiar radio setempat juga ikut meliput, mewawancarai dan datang ke pertenunan kami, untuk melihat produksi tenunan yang LPK Anugrah hasilkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar31. Pemberitaan LPK Anugrah di surat kabar

Bahkan ada yang secara sukarela, mengiklankan dan membuat berita tentang LPK Anugrah tanpa meminta biaya apapun dari kami. Hal ini juga bantuan dari Daniel Mangatur Sirait, yang saat itu menjadi teman dekat saya dan sekarang menjadi suami tercinta saya. Beliau yang membantu LPK Anugrah, dari segi periklanan di website, google, sosial media, atau yang mengenalkan kami untuk pertama kali menggunakan internet sebagai salah satu sarana dalam mengenalkan LPK Anugrah ke dunia yang lebih luas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar32. Photo Bersama menggunakan produk tenun LPK Anugrah dan menenun menggunakan ATBM

      Setelah lulus kuliah saya sempat bekerja sebagai admin, dan disanalah saya bertemu dengan suami saya yang bertugas dari Jakarta saat itu, menjadi tim IT saat itu di tempat saya bekerja.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar33. Photo Wisuda mengunakan Kain Tenunan LPK Anugrah

      Singkat cerita dari perkenalan dan pendekatan kami itu, kami sepakat melangkah ke jenjang pernikahan. Mungkin begitu singkat perkenalan itu, hanya sekitar enam bulanan namun perjodohan dari Tuhan, siapa dapat boleh menebaknya. Karena kelahiran, jodoh, kematian dan rejeki hanya Tuhan Yang Maha Esa yang menentukannya. Ketika meminta ijin pada Ibu saya secara pribadi, suami saya mendapat restu. Tapi ketika ijin, akan membawa saya ke Jakarta, Ibu saya kurang berkenan. Suami saya tidak mendapatkan ijin, untuk kami ke Jakarta setelah menikah. Namun Ibu saya berkata, untuk kami tetap tinggal di Kota Pematangsiantar dan melanjutkan serta mengembangkan LPK Anugrah bersama-sama. Kecintaan kami akan tenunan, diaplikasikan dengan cara memakainya. Mulai dari awal foto prewedding, pertunangan dan pada hari pesta pernikahan. Sungguh bersyukur, atas dukungan yang diberikan Ibu saya sampai saat ini.

      Dihari pernikahan kami pun, para keluarga memakai seragam tenunan LPK Anugrah. Sukacita bertambah ketika, orang yang hadir begitu ramai. Dihari pertunangan kami di Pematangsiantar, begitu pula dihari pernikahan di Tarutung, ada dua bus pariwisata dan banyak yang menggunakan kendaraan mereka pribadi. Termasuk para pelanggan setia LPK ANUGRAH, sanak saudara dan beberapa perwakilan pegawai dinas yang kami kenal, sebagai pengerajin kain tenun dari Kota Pematangsiantar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar34. Foto Prewedding Kain Tenun Produksi LPK Anugrah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar35. Foto Prewedding Kain Tenun Produksi LPK Anugrah

 

Gambar36. Foto Prewedding Kain Tenun Produksi LPK Anugrah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar37. Foto Prewedding di Rumah Tenun LPK Anugrah di Jalan Merbou

      Karena menurut saya pribadi, usaha yang kita miliki adalah diri kita. Sehingga jika ada kegiatan, atau dimanapun kita, usahakan untuk memakai hasil dari usaha yang kita produksi, paling tidak membawa kartu nama. Itulah alasan dari saya dan suami, sepakat foto dan mengambil beberapa lokasi di rumah tenun LPK Anugrah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar38. Foto Pertunangan menggunakan Produk Tenunan LPK Anugrah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar39. Foto Pertunangan owner, menggunakan Produk Tenunan LPK Anugrah

 

 

 

 

 

 

Gambar40. Foto seragam keluarga, di pernikahan owner Produk Tenunan LPK Anugrah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar41. Foto seragam keluarga, di pernikahan owner Produk Tenunan LPK Anugrah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar42. Foto seragam keluarga, di pernikahan owner Produk Tenunan LPK Anugrah

 

      Setelah menikah saya dan suami memutuskan untuk tinggal pisah dari orangtua, tetapi masih dilokasi seputaran kota Pematangsiantar. Kami sebenarnya telah merencanakan sebelum pernikahan, dan mengambil sebuah rumah di martoba land jalan medan. Namun karena rumah yang kami pilih, ketika proses pembangunannya kurang baik. Kami complain dan tidak mau mengambilnya, karena memang kesalahan kontraktor. Kemudian kami meminta dana tersebut dikembalikan, pihak perumahan menyarankan mengalihkan dana yang masuk tersebut, agar dibelikan jadi tanah kosong di daerah perumahan maranata pematangsiantar, dan kami pun sepakat mengambil tanah tersebut. Maka setelah menikah kami memutuskan mengontrak rumah, yang berdekatan dengan rumah tenun LPK Anugrah. Yang beralamat di Jalan Halilintar, dan ini menjadi tempat Galeri Tenun LPK Anugrah saat ini.

      Dinas Prindustrian Kota Pematangsiantar juga memberikan kami kesempatan menjadi instruktur, ketika ada kegiatan IKM di Kota pematangsiantar mengenaik tenunan. Yaitu untuk kewirausahan tenunan, yang diwakili dari perkecamatan di kota Pematangsiantar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar43.Foto Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Tenun

      Seiring berjalannya waktu, kami bersama suami saya ikut serta dalam pengembangan usaha kami. LPK Anugrah adalah usaha keluarga yang terbentuk menjadi tim. Banyak proses penyesuain yang memang harus dilalui, ketika semakin banyak banyak yang ikut serta. Namun semakin banyak pula peluang yang dapat dilakukan. Selain banyaknya permintaab sebagai instruktur, semakin banyak juga peningkatan yang kami alami dalam kualitas kain tenunan di LPK Anugrah.

      Dan banyak kunjungan ke rumah tenun kami yang pertama di jalan merbau, kelurahan kahean daerah kecamatan siantar utara kota Pematangsiantar. Ibu Bupati sangat apresiasi dan senang dengan hasil produksi kain tenunan kami, dan memasan kain tenunan seperti motif khas daerah mereka saat itu. Meskipun harus jalan dari simpang jalan, karena memang tidak ada tempat parker di daerah rumah tenun kami yang pertama. Namun Ibu Bupati dan rombongan dari pematangsiantar maupun dari jayapura itu, tidak mengeluh dan antusias melihat proses pembuatan kain tenun di LPK Anugrah.

 

 

 

Gambar44.Foto Kunjungan Ibu Bupati Sentani Jayapura bersama rombongan di rumah tenun LPK Anugrah

Gambar45.Foto Kunjungan Ibu Bupati Sentani Jayapura bersama rombongan di rumah tenun LPK Anugrah

      Setelah beberapa waktu, kami menjumpai pegawai Bank sumut. Dari sinilah kami mendapatkan foto para Pegawai Bank Sumut, menggununakan seragam pesanan mereka yang pertama. Kemudian kami menjumpai dan meminta kontak SDM Bank Sumut jalan sutomo Kota Pematangsiantar, yang ternya mereka juga mencari kontak kami karena ingin memesan seragam mereka selanjutnya. Pegawai mereka sangat antusias, dan senang hati ketika pada hari kami ingin mengambil foto mereka. Meski sudah sore hari, setelah mereka pulang bekerja.

Gambar46. Foto Seragam Kedua Bank Sumut, Produk Tenunan LPK Anugrah

 


            Selain pemerintahan kota Pematangsiantar yang  memberikan kesempatan sebagai instruktur, LPK Anugrah juga menjadi instruktur di Kabupaten Tobasa selama satu bulan penuh. Kami diundang melalui Dinas Prindustrian Kabupaten Tobasa. Sekitar Empat puluh peserta kami ajarkan, dasar-dasar pemakaian Alat Tenun  Bukan Mesin, menggunakan hany atau alat penggulung benang dasar, menggulung benang motif sampai cara dasar menggambar motif dan penyusunan warnanya. Bukan hanya teori namun dipraktekkan secara langsung, di sentra tenun  di daerah Tobasa milik pemkab tersebut. Sampai Para mahir dan menghasilkan selembar kain tenun, secara mandiri.

 

 

 

 

 

 

 Gambar47. Foto proses pembelajaran di sentra tenun porsea, kabupaten tobasa

Gambar48. Foto proses pembelajaran, dan foto bersama diakhir pelatihan di sentra porsea, kabupaten tobasa.

LPK Anugrah juga semakin dikenal Polres dan Ibu Bhayangkari baik di Pematangsiantar maupun Simalungun, selain menjadi pelanggan setia. Mereka juga memberikan kami kesempatan sebagai nara sumber di kegiatan mereka, dan mengenalkan proses pertenunan dari awal hingga akhir, melalui teori yang kami jelaskan dengan cara pemutaran materi diinfokus. Dan prakteknya langsung menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Gambar49. LPK Anugrah menjadi narasumber di Polres Pematangsiantar, dalam kegiatan Ibu Bhayangkari Polres.

 


 

2.      Surat izin dari LPK Anugrah

Sebagai wirausaha kita juga harus memiliki legalitas dalam usaha kita, kepengurusannya memang harus kita lakukan. Pemberian legalitas kepada seseorang atau pelaku usaha/kegiatan tertentu, baik dalam bentuk izin maupun tanda daftar usaha. Karena syarat utama untuk dapat mendirikan usaha adalah mendapatkan pengakuan dari regulator atau pemerintah. Hal ini karena diperlukan karena perizinan yang diberikan dari pihak berwenang kepada penyelenggara usaha dengan begitu badan usaha terkait baik yang merupakan PT atau CV maupun perseorangan telah sah dan dianggap legal untuk menjalankan usahanya.

Banyak manfaat yang diperoleh jika perusahaan memiliki perizinan usaha. Terdapat beberapa manfaat, diantaranya adalah, kepastian hukum, kredibilitas perusahaan meningkat, dan tentunya semakin memberikan peluang bagi kita wirausaha untuk mengembangkan sayap sampai manca negara. Inilah yang menjadi dasar kami LPK Anugrah, karena memang surat-surat izin tersebut sangat dibutuhkan.


 

Beberapa surat izin yang dimiliki oleh LPK Anugrah adalah, npwp, nib, siup, ho dan hki. Kepengurusan HKI untuk motif, yang diciptakan langsung oleh Ibu saya Hotna Winda Panjaitan. Dan motif tersebut, dibuatkan menjadi kesatuan didalam buku, itu adalah intruksi dari pihak perizinan sumatera utara. Dalam kepengurusan saat itu, diawal kami diberikan jalan melalui kegiatan yang diadakan oleh Dinas Koperasi Pematangsiantar. Saya dan suami langsung menyusul berkas, dan persyaratan serta pemberkasan yang dibutuhkan untuk proses, pendaftaran HKI tersebut. Kemudian surat dan keputusan akan dikirimkan langsung ke alamat, lokasi yang kita daftarkan yang mengirimkan langsung dari kantor pusat, Jakarta. Begitu juga dengan dua motif  kain tenun yang diciptakan di LPK Anugrah, kami daftarkan untuk Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Dalam jangka waktu satu hari kami menyelesaikan gambar dan berkas, yang akan kami daftarkan. Sangat berterima kasih saat itu, kami diberi kesempatan, mengantarkan langsung ke rumah pegawai perizinan tersebut, karena pada saat itu saya dan suami yang dari Pematangsiantar, sampai jam sebelas siang dan pengerjaan sampai malam, dan kantor tidak beroperasi lagi.

Untuk motif yang diciptakan oleh Ibu saya Hotna Winda Panjaitan, adalah hasil kreasi dan pikiranya langsung. Tidak mudah untuk mendapatkan hasil motif yang diinginkan, dan dipadukan menjadi selembar kain tenun. Motif tersebut harus tampak indah, dipadupadankan dengan warna benang motif dan benang dasar ketika memenunya. Cara pembuatannya memiliki waktu yang lumayan lama, sesuai dengan pola apa yang akan digambarkan. Mulai dari sketsa pembuatan gambar dibantu suami saya, melalui gambar vektornya dengan komputerisasi, namun tidak sampai disitu, kemudian digambarkan lagi dibuku petak oleh Ibu saya dan di sesuaikan dengan sulaman di selembar kain tenun menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin. Dan tidak semua motif dapat dibuatkan HKI, seperti motif sadum adalah warisan dari nenek moyang kita terdahulu.

Banyak yang memuji serta memberikan apresiasi untuk LPK Anugrah dengan motif kreatif yang menjadi ciri khas kami. Tetapi tidak sedikit yang menyalah artikannya atau menklaim motif LPK Anugrah itu mereka yang ciptakan. Kami menganggap bahwa setiap prestasi yang kita raih dengan kerja keras, jika itu bermakna dan bermanfaat bagi orang lain, akan mendapat sukacita tersendiri bagi kita. Karena selama didunia ini akan selalu ada orang-orang yang menyukai, dan tidak menyukai kita dengan alasan mereka masing-masing.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar50. Foto Buku Motif Tenun yang akan di daftarkan

Gambar51. Sertifikat HKI Buku Motif Tenun Hotna Winda Panjaitan yang diroduksi LPK Anugrah

Gambar52. Sertifikat HKI Bintang Hasangapon yang diroduksi LPK Anugrah

 

Gambar53. Sertifikat HKI Songket Dolok Hangaoluan yang diroduksi LPK Anugrah


 

 

Gambar54. Surat izin pertenunan dari dinas pendidikan untuk digunakan di LPK Anugrah

 

 

 

 Gambar55. Surat izin gangguan (HO)

 

 

Gambar56. Surat izin usaha perdagangan (SIUP)

 

 

Gambar57. Surat izin NIB


 

3.      LPK Anugrah menjadi Binaan Bank Indonesia KPw. Pematangsiantar

 

Puji Tuhan semakin berkembangnya LPK Anugrah semakin banyak juga dipertemukan, dengan orang-orang hebat baik dalam pemerintah mau pun perbankan. Melalui kain tenunan LPK Anugrah. Pada malam hari, sekitaran pukul delapan malam, Bapak Tobing pegawai Bank Indonesia berkunjung ke rumah tenun kami, yang beralamat di jalan halilintar pada bulan September tahun dua ribu tujuh belas. Dan secara langsung memberikan undangan untuk kami, ini pertama kalinya kami hadir ke kantor Bank Indonesia.

Bapak Tobing mengintruksikan, agar besok harinya dapat membawa hasil tenunan atau produk unggulan LPK Anugrah, dan bertanya apakah Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dapat dibawa ke lantai empat Bank Indonesia?. Ibu saya sangat antusias menjawabnya, dan menyanggupi permintaan Bapak Tobing. Di Bank Indoensia kami berjumpa dan mengenalkan hasil produk tenunan kami secara langsung, kepada Ny. Mirza Adityaswara Deputi Gubernur Bank Indonesia saat itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar58. Menceritan makna dan arti motif pada tenunan, kepada Ny. Mirza Adityaswara Deputi Gubernur Bank Indonesia 2017

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar59. Foto bersama dengan Ny. Mirza Adityaswara Deputi Gubernur Bank Indonesia 2017

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar60. Foto bersama dengan Ny. Mirza Adityaswara Deputi Gubernur Bank Indonesia 2017 dan Pegawai Bank Indonesia Kpw. Pematangsiantar.


Tentu sudah sangat banyak bantuan dari Bank Indonesia KPw. Pematangsiantar yang kami rasakan. Pendampinganya dalam lima tahun ini, sudah banyak membuat perubahan yang sangat berpengaruh. Mulai dari kepeminpinan Ibu Elly Chan, Bapak Edhi Rahmanto Hidayat dan saat ini Bapak Teuku Munandar. Para pemimpin yang perhatian dan sangat luar biasa, terutama dalam mengarahkan wirausaha untuk lebih maju. Kami diarahkan untuk menjadi wirausaha mandiri, yang memiliki produk unggulan yang bisa menembus pasar luar negeri. Kami juga bersyukur dibagunkan sebuah galeri, tempat kami mendisplay hasil tenunan kami. Yang beralamatkan di jalan halilintar no.6 kelurahan siopat suhu, kecamatan siantar timur kota Pematangsiantar.

 

 

 

 

 

 

Gambar61. Peresmian dan serah terima, pembangunan galeri LPK Anugrah oleh Bank Indonesia Kpw. Pematangsiantar

 

 

 

Gambar62. Peresmian dan serah terima, pembangunan galeri LPK Anugrah oleh Bank Indonesia Kpw. Pematangsiantar

LPK Anugrah banyak berbenah diri baik setalah menerima pendampingan dari Bank Indonesia, para pegawai Bank Indonesia juga dengan sabar membimbing, dan mengajari kami baik dalam bidang pembukuan, management SDM dan memberikan sosialisasi kepada teman sekerja kami di LPK Anugrah.

 

 

 

 

 

 

Gambar63. Kegiatan sosialisasi oleh Bank Indonesia Kpw. Pematangsiantar di LPK Anugrah.

Serta keiikut sertaan kami dalam pameran-pameran dalam kota, luar kota dalam provinsi, luar provinsi, hingga membawa kain tenunan kami secara langsung keluar negeri, seperti : dubai, jepang dan beberapa tempat lainnya. Banyak lagi kegiatan pembelajaran dan pendampingan yang disediakan oleh Bank Indonesia, sangat membantu kami membenahi LPK Anugrah menjadi wirausaha yang lebih kreatif dan berkembang. Kami juga diberi kesempatan untuk menenunkan seragam Pegawai Bank Indonesia.

 

 

 

 

 

 

Gambar64. Seragam Bank Indonesia menggunakan tenunan LPK Anugrah

Sungguh perhatian dan pendampingan yang tidak dapat kami diterima dimanpun, ketika kami sebagai binaan. Bank Indonesia tidak meminta apapun sebagai jaminan, atau apapun itu. Tapi selalu mendampingi kami wirausaha, menjadi lebih mandiri, memajukan pola pikir kami dan megembangkan sayap usaha kami, terima kasih banyak buat Bank Indonesia Kpw. Pematangsiantar selalu mendukung kami LPK Anugrah, kami berusaha untuk tidak mengecewakan dan memberikan yang terbaik dari pencapaian usaha kami LPK Anugrah.

 

Bank Indonesia perdana mengikut sertakan kami pameran di luar kota, yaitu acara inacraft di Jakarta convention center. Ketika sumatera utara menjadi tuan rumah, kami di gabung di dalam booth Bank Indonesia Sumatera Utara dan berjumpa owner Hilwa Tenun dari Batubara.

 

 

 

 

 

 

Gambar65. Pameran Inacraft di Jakarta Convention Center

            Pada tahun dua ribu delapan belas, LPK Anugrah perdana mengikuti acara Karya Kreatif Indonesia (KKI), di Jakarta Convention Center. Selain memerkan produk unggulan LPK Anugrah, kami mendapat kesempatan untuk luar biasa untuk berkolaborasi dengan designer ternama asal Surabaya Ibu Anna Budiman, dan diperagakan langsung oleh model professional dalam bidangnya. Sunguh perdana yang sangat luar biasa, yang LPK Anugrah rasakan dan sangkin saya merasa terharu dan bangga. Bunga pemberian desaigner saya bawa ke Pematangsiantar dan saya berikan pada Ibu saya. Karena ini adalah sebahagian mimpi kami bersama, pada usaha kain tenun kami LPK Anugrah.

Gambar66. Pameran KKI di Jakarta Convention Center


Gambar67. Kunjungan Ibu Luhut di booth Pematangsiantar di Pameran KKI di Jakarta Convention Center

 Gambar68.Kain tenun LPK Anugrah terpilih di tampilkan, dan terjual di Pameran KKI di Jakarta Convention Center

 Gambar69. Kain Tenunan LPK Anugrah, fashion show di pameran KKI di Jakarta Convention Center

 

Gambar70. Kain Tenunan LPK Anugrah, fashion show di pameran KKI di Jakarta Convention Center

 

Gambar71. Kain Tenunan LPK Anugrah, fashion show di pameran KKI di Jakarta Convention Center

Banyak pengalaman baru yang kami LPK Anugrah rasakan, saat mengikuti event yang diadakan Bank Indonesia. Bersyukur bisa menjadi bagian pameran KKI yang diadakan Bank Indonesia, dimana kami wirausaha kain tenun, batik, craft, kopi dan kuliner dari seluruh penjuru Indonesia, diberikan wadah untuk memerkan dan mengenalkan kepada para pengunjung yang ada. Bahkan kami mendapatkan transaksi yang sangat besar dalam event ini, hingga ratusan juta rupiah saat itu. Kami juga memiliki pelanggan baru dan sampai sekarang masih berhubungan sampai saat ini.

Banyak kegiatan di kota Pematangsiantar yang di dukung oleh Bank Indonesia juga. Terutam pada saat hari ulos di yang diadakan di kota Pematangsiantar, tepatnya di hotel Sapadia. LPK Anugrah ikut serta, dan mendapatkan peringkat pertama pada peragaan busana dan penyusunan stand terbaik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar72. Menerima Peringkat Pertama perlombaan design kain tenunan dan penyusunan stand terbaik.

 

 Gambar73. Peserta menggunakan kain tenun LPK Anugrah dan ikut perlombaan fashion show pada hari ulos

Pada Karya Kreatif Indonesia pada tahun dua ribu semilan belas, LPK Anugrah juga mendapatkan kesempatan untuk ikut serta dalam pameran Bank Indonesia tersebut. Seperti sebelumnya kami juga didampingi, oleh Pegawai Bank Indonesia Kpw. Pematangsiantar, yang begitu perhatian dan tidak sungkan untuk membantu kami dalam memasarkan kain tenun kami.

Sangat bersyukur kain tenunan kami dari LPK Anugrah, dipilih dan digunakan oleh Bapak Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

 

 

 

 

 

 

Gambar74. Kunjungan Bapak Perry Warjiyo Gubernur Bank Indonesia ke stand Pematangsiantar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar75. Kunjungan Para Pelanggan Karya Kreatif Indonesia di Jakarta Convention Center

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar76. Pengunjung stand Pematangsiantar Karya Kreatif Indonesia di Jakarta Convention Center

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar77. Foto Gubernur Bank Indonesia Bapak Perry Warjiyo, menggunakan kain tenun LPK Anugrah dan masuk dalam bukunya.

 

Banyak rangkaian kegiatan yang diadakan Bank Indonesia KPw. Pematangsiantar, sangat bersyukur LPK Anugrah diberikan kesempatan ikut andil di dalamnya. Begitu juga ketika acara pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia, dari Ibu Elly Tjan kepada Bapak Edhi Rahmanto Hidayat, pada oktober dua ribu Sembilan belas. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ibu Rosmaya Hadi sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. LPK Anugrah diberi kesempatan untuk show case produk unggulannya, di kantor Bank Indonesia. Kami juga mendapat kesempatan, kunjungan langsung Ibu Rosmaya di galeri LPK Anugrah.

 

 

 

 

 

 

Gambar78. Foto Ibu Rosmaya Deputi Gubernur BI menggunakan qris sebagai alat transaksi

 

Gambar79. Foto Ibu Rosmaya Deputi Gubernur BI saat berkunjung di galeri LPK Anugrah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar80. Foto Ibu Rosmaya Deputi Gubernur BI saat berkunjung di galeri LPK Anugrah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar81. Foto Ibu Rosmaya Deputi Gubernur bersama owner LPK Anugrah di kantor Bank Indonesia KPw. Pematangsiantar

Kami juga diberikan pembelajaran menggunakan aplikasi si apik dan bagaiman cara penggunaannya untuk memudahkan kami, dalam pembuatan pembukuan. Kemudian diadakan Pekan QRIS Nasional 2020, yang berada di jalan sutomo dikota Pematangsiantar. Mengajak masyarakan untuk menggunakan qris sebagai pembayaran, dan ada show case produk umkm lainnya, yang menjadi mitra dan binaan Bank Indonesia KPw. Pematangsiantar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar82. Kegiatan Pekan Qris Nasional 2020 oleh Bank Indonesia di Kota Pematangsiantar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar83. Kegiatan Pekan Qris Nasional 2020 oleh Bank Indonesia di Kota Pematangsiantar

Ketika masa pandemi semua kegiatan diahlikan dengan menggunakan zoom, karena dibatasi oleh virus corana nineteen saat itu.

 

Gambar84. Kegiatan zoom meeting bersama umkm binaan Bank Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar85. Kegiatan KKI 2020 di Kantor Bank Indonesia Kpw. Pematangsiantar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar86. Kegiatan KKI 2020 di Kantor Bank Indonesia Kpw. Pematangsiantar


Ketika pandemi Bank Indonesia melakukan show case, pameran umkm namun tetap mengikuti protocol kesehatan yang ada. Melalui swab, memakai masker dan menyediaka sanitaizer ketitika kegiatan tersebut berlangsung. Dan untuk kegiatan Bank Indonesia diluar kota atau provinsi, masih tetap dilakuakan via zoom dan produk pameran dikirimkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar87. Kegiatan KKI 2021 Bank Indonesi di Gedung Dekranasda Pematangsiantar

 

 Gambar88. Kegiatan KKI 2021 Bank Indonesi di Gedung Dekranasda Pematangsiantar

LPK Anugrah juga mengikuti via zoom kurasi kain tenun iseft dan lolos ikut dalam acara fashion show. Pakaian jadi yang bertemanakan pakaian mulim wanita, yang ditampilkan di Jakarta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar89. Kain Tenun LPK Anugrah dalam kegiatan Iseft, membawakan brand Hitado create by LPK Anugrah

 

 

 

Gambar90. Informasi scan barcode, brand Hitado create by LPK Anugrah


 

 

 

Gambar91. Mengikuti show case, di acara Gebyar Wisata Danau Toba, di lapangan terbuka Parapat

 


 

Gambar92. Mewakili binaan Bank Indonesia dan bertemu Presiden RI, dalam acara presmian pelabuhan ajibata Parapat.

 

Gambar93. Mewakili binaan Bank Indonesia dan show case produk tenun, dalam acara presmian pelabuhan ajibata Parapat.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar94. Festifal sisi batas labuhan, LPK Anugrah sebagai peserta pelatihan wastra oleh IFI Bandung

 Gambar95. Mengikuti Pameran Festifal Coffe di Hotel Niagara Parapat

Gambar96. Mengikuti Pameran Festifal Coffe di Hotel Niagara Parapat.

Setelah mengikuti pameran festifal coffee di Hotel Niagara Parapat, kami diberitahukan bahwa Ibu Gubernur Bank Indonesia Ny. Dody Budi Waluyo akan berkunjung ke rumah tenun LPK Anugrah. Kami sangat bersyukur atas kesempatan ini.

 Gambar97. Kunjungan Ibu Gubernur Bank Indonesia Ny. Dody Budi Waluyo ke rumah tenun LPK Anugrah

 Gambar98. Kunjungan Ibu Gubernur Bank Indonesia Ny. Dody Budi Waluyo ke rumah tenun LPK Anugrah

Pada tahun dua ribu dua puluh diadakan kembali kegiatan Karya Kreatif Indonesia (KKI) secara offline, Puji Tuhan kami LPK Anugrah diberi kesempatan untuk mengikutinya kembali di Jakarta Convention Center selama empat hari. Masa new normal ini menjadi masa perdana Bank Indonesia melalkukan kembali kegiatan ini, namun para pengunjung tetap antusias dalam menghadirinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar99. Pameran karya kreatif Indonesia tahun 2022 di Jakarta Convention Center

 Gambar100. Pameran karya kreatif Indonesia tahun 2022 di Jakarta Convention Center

Gambar101. Pameran karya kreatif Indonesia tahun 2022 di Jakarta Convention Center

      Melalui Bank Indonesia Pematangsiantar kami mendapatkan kesempatan, menampilkan dan mempromosikan produk LPK Anugrah di dubai.

Gambar102. Dokumentasi showcasing produk LPK Anugra yg di Dubai


 

 

Gambar103. Dokumentasi showcasing produk LPK Anugra yg di Dubai

Pada oktober dua ribu dua puluh Bank Indonesia Kpw. Pematangsiantar mengadakan Festival Sisi Batas Labuhan di Pantai Sejarah, Kabupaten Batubara dan LPK Anugrah menjadi salah satu dari beberapa UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia untuk show casing produk unggulan kami. Disini juga diadakan kegeiatan pelatihan wastra yang terakhir, tim pengajar dari institute fashion Islamic (IFI) memberi pembelajaran, mengenai drapping serta mempraktekkannya langsung pada manekin. Dengan panduan dari pada tim IFI, kami memasangkan kain tambahan dengan kain tenunan. Drapping adalah metode unik untuk menciptakan atau mengkresikan desain tanpa bantuan sebuah pola atau ukuran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar104. Peserta Pelatihan Wastra bersama Tim Pengajar IFI dan Bank Indonesia KPw. Pematangsintar

 Gambar105. Hasil drapping kain tenun LPK Anugrah di pajangkan pada acara showcasing festival sisi batas labuhan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar106. Kain Tenun Hasil LPK Anugrah di desaign langsung oleh Ibu Irna Mutia dan sudah dibawa ke luar negeri dipakai para miss universe.

 

 

 

Gambar107. Kain Tenun Hasil LPK Anugrah ditenun langsung oleh dewi turnip owner LPK Anugrah. Desaignernya adalah Ibu Irna Mutia dan sudah dibawa ke luar negeri dipakai para miss universe, dan ini di fasilitasi oleh Bank Indonesia Kpw. Pematangsiantar


 Gambar108. Kunjungan di stand LPK Anugrah pada acara Showcasing Sisi Batas Labuhan di Pantai sejarah Kabupaten Batubara

 

 

 Gambar109. Showcasing Festifal Sisi Batas Labuhan, di Pantai Sejarah Kabupaten Batubara


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar110. Foto bersama Bank Indonesia dan UMKM yang ikut serta Showcasing Festifal Sisi Batas Labuhan, di Pantai Sejarah Kabupaten Batubara

 

Selain kegiatan offline, kami juga ikut serta dalam kegiatan online showcasing produk umkm yang diadakan oleh Bank Indonesia. Dengan cara mengirimkan produk tenunan kami, yang pengirimannya di bantu oleh Bank Indonesia Kpw. Pematangsiantar. Seperti acara KKI di Aceh, KKSU di Medan dan  bebrapa kegiatan lainya di Jakarta. Bersyukur diberikan kesempatan dan kepercayaan juga, menyediakan cenderamata pada beberapa acara dikegiatan Bank Indonesia.

Secara khusus buat Bapak Teuku Munandar pimpinan Kpw. Bank Indonesia Pematangsiantar, terima kasih atas perhatiannya selama ini. Dan ikut berperan mempromosikan serta mengenalkan kami LPK Anugrah, dengan memakai hasil produk tenun LPK Anugrah, dalam beberapa kegiatan. Selain dipakai secara pribadi Bapak Teuku Munandar, juga mengajak para Pimpinan Bank di kota Pematangsiantar untuk memakai kain tenunan LPK Anugrah. Bukan hanya kami yang merasakan, karena Bapak pimpinan Bank Indonesia selalu menyuarakan agar menggunakan dan membeli produk hasil umkm.

Gambar111. Foto Kain Tenun LPK Anugrah menjadi cenderamata di acara Bank Indonesia Kpw. Bank Indonesia

Gambar112. Foto Kain Tenun LPK Anugrah menjadi cenderamata di acara Bank Indonesia Kpw. Bank Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                              

Gambar113. Foto Bersama Bapak Teuku Munandar, Pimpinan Bank Indoensia Kpw. Pematangsiantar.

 

 

 

DOKUMENTASI KEGIATAN

 LPK ANUGRAH

LPK Anugrah mengikuti Inacraft, di damping Ketua Dekranasda dan Dinas Prindag Pematangsiantar ketika Bapak Presiden RI Jokowi berkunjung di stand Kota Pematangsiantar

Ibu Gubernur berkunjung dan berbelanja di stand Kota Pematangsiantar, Inacraft 2022 di JCC

Para Pengunjung yang berbelanja dan bertransaksi via qris di stand Kota Pematangsiantar, Inacraft 2022 di JCC

LPK Anugrah Menerima Penghargaan Siddhakarya Pemprov Sumatera Utara

LPK Anugrah mengikuti Pameran Beli Kreatif Danau Toba di Paropo Kab. Dairi. Bapak Menteri Kemenparekraft Sandiaga dan Bapak JR. Saragih menggunakan Tenunan LPK Anugrah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan Educamp Wisata Preneur oleh Kemenparekraft di Hotel Labersa Balige


Komentar